Resensi: Totto-chan, Gadis Cilik di Jendela

Totto-chan: The Little Girl at the WindowDulu, saya sebal denga anak kecil. Maksud saya, tau kan anak kecil umuran 4-7 tahun. Tiap apa-apa yang dipegang pasti patah, rusak, jatuh, hilang. Belum lagi berisik, acak-acakan, kotor, dan kekacauan lainnya! Tapi saya mulai tobat (serius!) dari sikap anti anak kecil setelah baca buku ini. Serius, ini buku mencegah saya dari percobaan pembunuhan. :D

Anak kecil memang diciptakan ajaib, kreatif, imajinatif, dan untuk beberapa poin tertentu, bahkan jenius. Kadang kita sebagai orang ‘dewasa’ menganggap kelakuan kreatif mereka dengan banyak cap: nakal, bandel, gak bisa diem, atau pengacau.

Saking nakalnya seorang bocah, sering kita anggap perbuatan mereka itu sebagai hal negatif yang sudah diluar batas. Padahal, demi Tuhan, mereka itu berbuat hal yang paling wajar, paling normal, dan paling benar menurut norma dan pengertian mereka.

Justru manusia dewasa yang sering terlalu dungu dalam memahami sikap anak kecil. Daya imajinasi, kreatifitas, dan pola pikir kita semakin sempit dimakan rutinitas, aturan-aturan, norma, dan lainnya yang kita anggap sebagai nilai-nilai kehidupan—padahal adalah penjara pikiran. Dalam titik ini, anak kecil adalah guru. Guru dalam hal kemerdekaan berpikir dalam arti seluasnya.

Buku ini merupakan kumpulan memoar Tetsuko Kurayanagi semasa kecil yang ditokohkan kepada gadis cilik bernama Totto-chan. Kisah-kisah dan perilaku unik Totto-chan yang khas, mewarnai kesehariannya yang penuh warna dan aroma petualangan.

Bagaimana seharusnya respon kita terhadap malaikat-malaikat kecil di sekitar kita? Bagaimana seharusnya seorang anak diperlakukan? Bagaimana cara menasihati, melarang, atau bergaul dengan anak kecil? Dan yang terutama dan paling penting: Bagaimana seharusnya ‘bentuk’ sebuah sekolah itu? Setidaknya hikmah dan pertanyaan-pertanyaan di atas yang bisa disajikan dan dijawab oleh rangkaian kisah di buku Totto-chan Gadis Cilik di Jendela.[]

Arfan


Judul Terjemahan: Totto-chan, Gadis Cilik di Jendela | Penulis: Tetsuko Kuroyanagi, 1981 | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Tebal: 272 halaman

Tags:

About Arfan

Kurang ajar, makanya belajar.

One response to “Resensi: Totto-chan, Gadis Cilik di Jendela”

  1. avizena zen says :

    Totto Chan tuh bagus banget..
    emang harus sabar ya menghadapi anak kecil, apalagi yang model Totto Chan yang aktif
    aslinya anak yang seperti ini kreatif, kadang ia hanya caper kepada orang di sekelilingnya (pemngalaman karena pernha ngajar di playgroup)

Komentar anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: