Studia Humanika, Kelisanan dan Literasi: Relevansinya Bagi Pendidikan dan Tradisi Keilmuan di Indonesia

Studia Humanika, Kelisanan dan Literasi: Relevansinya Bagi Pendidikan dan Tradisi Keilmuan di Indonesia adalah sebuah event serial kuliah umum yang diselenggarakan oleh Forum Studi Kebudayaan ITB dan Divisi Pengkajian dan Penerbitan YPM Salman ITB.

Latar Belakang

Cara hidup masyarakat Indonesia merentang sangat lebar. Sebagian masyarakat masih hidup seperti di zaman batu. Sebagian lagi di perkotaan, telah bersentuhan dengan teknologi cyberspace. Namun, keseluruhan rentangan tersebut secara kasar memiliki satu benang merah, yaitu tradisi kelisanan yang kental di semua lapisan.

Bagian terbesar masyarakat Indonesia masih hidup dalam tradisi lisan karena sulit mengakses buku, koran, internet dsb. Jikapun bisa, mereka tidak dapat mencernanya dengan baik karena faktor pendidikan. Sebagian kecilnya bisa mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi, dan memiliki akses terhadap buku, internet serta media elektronik lainnya. Namun, bukan berarti tradisi tulisan atau literasi tumbuh subur di kalangan ini.

Mengapa kita harus bicara soal tradisi kelisanan dan literasi?

Prof. Dr. Bambang Sugiharto, Guru Besar Filsafat UNPAR, menjelaskan bahwa berbagai permasalahan bangsa seperti etos kerja yang payah hingga KKN adalah akibat kegagalan sistem pendidikan. Pendidikan di Indonesia gagal melepaskan kita dari struktur mentalitas budak. Sejarah pendidikan kita bahkan adalah sejarah pelestarian mentalitas kuli secara sistematis, dari zaman Belanda hingga saat ini.

Kegagalan pendidikan salah satunya disebabkan oleh kegagalan dalam menumbuhkan budaya literasi di kalangan peserta didik dan pendidik. Prof. Dr. Bambang Sugiharto menjelaskan bahwa dunia baca-tulis memupuk sensibilitas lebih terhadap inti substansi dan penyebab-penyebab efisien, bukan pada kesan, efek ataupun penyebab formal.

Di negara-negara yang budaya lisannya masih kuat seperti Indonesia, tampilan formal dianggap lebih penting daripada substansi atau penyebab dasarnya. Untuk menyelesaikan persoalan, orang ramai membuat spanduk, imbauan dengan pengeras suara, iklan layanan dalam media massa, slogan, ataupun lembaga dan panitia. Riset yang sungguh-sungguh atas substansi atau penyebab dasar persoalan, sayangnya sering dilupakan.

Perilaku ini celakanya terbawa sampai ke dunia ilmiah. Misalnya, banyak karya ilmiah yang menderetkan nama-nama pemikir besar atau dipenuhi catatan kaki, namun substansi pembicaraannya tak jelas. Ternyata di Indonesia, pendidikan tinggi sekali pun tidak menumbuhkan budaya literasi (keberaksaraan) di kalangan peserta didik maupun pendidiknya.

Muncullah permasalahan penting yang perlu dipikirkan secara mendalam: akan seperti apa wajah pendidikan dan tradisi keilmuan di Indonesia pada masa depan? Pertanyaan inilah yang coba dijawab lewat kegiatan pengkajian ini.

Tujuan

Serial kuliah umum Studia Humanika… bertujuan untuk memberi penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan kelisanan dan keberaksaraan (literasi) keapada masyarakat umum serta mengetengahkan solusi agar pendidikan di Indonesia dapat menumbuhkan budaya literasi di kalangan peserta didik dan pendidik.

Kegiatan

Studia Humanika ini terdiri dari 15 pertemuan per pekan dengan topik yang berbeda. Kuliah ini meninjau konsep kelisanan dan literasi dan bagaimana dampaknya terhadap cara berpikir manusia. Lebih luas lagi, dampaknya bagi dunia pendidikan dan tradisi keilmuan di Indonesia. Studia Humanika ini akan mencoba memetakan permasalahan kelisanan dan literasi, kekuatan dan kelemahan, ancaman maupun peluangnya.

Sasaran Kegiatan

Mereka yang memiliki perhatian, keprihatian dan ketertarikan untuk mengubah kondisi dunia pendidikan dan tradisi keilmuan di Indonesia, baik mahasiswa, dosen, maupun pekerja dari berbagai bidang.

Waktu dan Tempat

Tanggal 5 Februari ā€“ 26 Maret 2011

Setiap Sabtu & Ahad pukul 12:30 WIB ā€“ selesai

GSS E Kompleks Masjid Salman ITB

Jl. Ganesha No. 7 Bandung

Pembicara dan Topik Bahasan

  • Prof. Bambang Sugiharto–Guru besar filsafat UNPAR

“Kertas dan Perubahan Sikap Reflektif” (Sabtu, 5 Februari 2011)

  • Dr. Acep Iwan Saidi–Ketua FSK ITB, Pengajar KK Budaya Visual FSRD ITB

“Kelisanan dan Dampaknya Bagi Pola Pikir” (Ahad, 6 Februari 2011)

  • Alfathri Adlin–Anggota FSK ITB, Penulis, Editor, dan Pengelola Penerbitan

“Membaca dan Menulis Serta Dampaknya Terhadap Pola Pikir” (Sabtu, 12 Februari 2011)

  • Dr. Yasraf Amir Piliang–Ketua KK Budaya Visual FSRD ITB

“Visual dan Dampaknya Bagi Pola Pikir” (Ahad, 13 Februari 2011)

  • Drs. H. Budhiana Kartawijaya–Pemimpin Redaksi HU Pikiran Rakyat

“Intelektual Publik dan Tradisi Menulis Akademisi di Surat Kabar” (Sabtu, 19 Februari 2011)

  • Prof. A. Chaedar Alwasilah–Peneliti dan Pengajar Bahasa UPI

“Meningkatkan Kebiasaan Menulis Ilmiah Para Akademisi di Indonesia” (Ahad, 20 Februari 2011)

  • Hernowo–Guru, Penulis, Motivator Kepenulisan, Komisaris Penerbit Mizan

“Menumbuhkan Minat Baca-tulis di Kalangan Siswa Sekolah Menengah” (Sabtu, 26 Februari 2011)

  • Dr. Safrina Soemadipraja Noorman–Peneliti dan Pengajar Sastra UPI

“Fungsi Pendidikan Sastra dalam Menumbuhkan Literasi di Dunia Pendidikan” (Ahad, 27 Februari 2011)

  • S. Kunto Adi Wibowo, S.Sos–Pengajar dan Peneliti Ilmu Komunikasi UNPAD

“Perkembangan Media Elektronik (Terutama Televisi) dalam Kaitannya Dengan Kelisanan Sekunder di Indonesia” (Sabtu, 5 Maret 2011)

  • Ruly Darmawan, M.Sn–Peneliti Grafis Antar Muka dan Manajemen Informasi

“Game, Permasalahan Keilmuan dan Literasi di Dunia Pendidikan” (Ahad, 6 Maret 2011)

  • Aditia Gunawan, S.Pd–Peneliti Manuskrip Kuno Perpustakaan Nasional RI

“Khazanah Manuskrip Kuno Nusantara dan Revitalisasi Kearifannya di Era Kelisanan Sekunder” (Sabtu, 12 Maret 2011)

  • Aquarini Priyatna–Anggota FSK ITB, Pengkaji Budaya Populer

“Mengubah Obrolan Negatid Menjadi Obrolan Positif Sebagai Wahana Reflektif” (Ahad, 13 Maret 2011)

  • Anwar Holid–Penulis dan Editor Lepas

“Menumbuhkan Kemampuan dan Minat Menulis Serta Menjadikannya Sebagai Pilihan Hidup” (Sabtu, 19 Maret 2011)

  • Alfathri Adlin–Anggota FSK ITB, Penulis, Editor, dan Pengelola Penerbitan

“Permasalahan Penerjemahan Buku di Indonesia, Fenomena Buku ATM dan Spanyol, dan POD Sebagai Solusi Untuk Penerbitan Buku” (Ahad, 20 Maret 2011)

  • Deden HimawanProgrammer, Web Developer, dan Pemerhati Teknologi Informasi

“Demokratisasi Pengetahuan dan Peluang Penumbuhan Tradisi Keilmuan dalam Cyberspace di Tengah Kelisanan Sekunder Masyarakat Indonesia” (Sabtu, 26 Maret 2011)

Biaya Pendaftaran

Rp. 300 ribu

Pendaftaran

Yasmin Kartikasari (081-931-4545-91)

E-mail: fsk.itb@gmail.com

Penyelenggara

Forum Studi Kebudayaan ITB

Divisi Pengkajian dan Penerbitan YPM Salman ITB[]

Tags: , ,

About Arfan

Kurang ajar, makanya belajar.

Komentar anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: