Menulis, Tanggungjawab Akademis [1]

Oleh Arfan Nurhadi

Petani mencangkul, menggali lahan garapan demi menggemburkan tanah untuk kemudian dijadikan media penanaman bibit. Bibit yang selanjutnya akan tumbuh menjadi ketela, bulir padi, buah, atau sawit, yang kelak membawa maslahat bagi diri sendiri maupun bagi masyarakat. Begitupun seorang akademisi, menulis, menggali lahan keilmuannya demi menggemburkan logika untuk kemudian ditanami bibit. Bibit ide serta pemikiran yang selanjutnya akan tumbuh menjadi kritik, wacana, gagasan, atau ilmu, yang kelak membawa pencerahan bagi masyarakat.

Itulah analogi yang terlintas ketika mendengar metafor dari seorang Hawe Setiawan dalam sebuah kesempatan bincang-bincang:

“Sarjana yang tidak menulis, hampir seperti petani yang tidak mencangkul.”

Hawe Setiawan adalah seorang kolumnis, begitulah dirinya ingin disebut, sekaligus akademisi yang produktif mendedahkan pemikiran dalam tulisan yang kerap mewarnai berbagai kolom media massa. Tema kebudayaan, terutama kebudayaan Sunda adalah alamat pribadi kepenulisan Hawe dalam berkarya. Kecuali menulis, Hawe mengajar Jurnalistik dan Apresiasi Sastra di UNPAS serta Kebudayaan Sunda di Pascasarjana UPI. Baginya menulis merupakan kebutuhan penghidupan, ekspresi idealisme, dan sarana mewujudkan cita-cita besar tentang Indonesia yang memiliki strategi kebudayaan.

Berangkat dari pengalaman kepenulisan Hawe, saya mencoba membuat risalah kecil tentang menulis di dunia akademis dan kaitannya dengan media massa. Proses kreatif kepenulisan Hawe kiranya lebih dari cukup untuk digunakan sebagai referensi dalam tulisan ini. Mari kita mulai…

Sekilas Tentang Dunia Akademis

Pendidikan dasar baik formal maupun non formal dimanapun di negeri ini kelak bermuara di dunia kampus. Tentu jika siklus tersebut tidak terputus oleh masalah-masalah seperti kemiskinan, akses informasi, atau infrastruktur pendidikan. Tapi itu lain hal.

Dunia kampus kelak membentuk masyarakat akademis yang berkutat dengan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Segala permasalahan dan kebutuhan yang dikemukakan oleh masyarakat, mau tidak mau akan berakumulasi di kampus. Selanjutnya, latar belakang permasalahan akan diolah sesuai dasar-dasar teori yang mapan, dikupas dengan pisau analisis keilmuan, untuk kemudian menghasilkan kesimpulan yang bernas. Dalam keberlangsungannya, kesimpulan tersebut akan menjadi produk atau wacana yang solutif atau bahkan akan menjadi permasalahan baru yang menuntut kajian lebih lanjut. Dengan kata lain, solusi yang dihasilkan oleh dunia akademis akan menjadi manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi katalis untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas masyarakat akademis ke depannya.

Siklus dunia akademis tersebut terangkum dalam kata kunci Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Masyarakat akademis hendaknya mengindahkan tiga unsur paripurna tersebut. Karena begitulah dunia akademis seharusnya berlangsung, satu poin saja luput dari pelaksanaan, berarti kecacatan dunia pendidikan tengah terjadi.

Jika Tri Dharma adalah kewajiban yang diemban para akademisi, berarti segala cara, metode, maupun media yang mendukung terlaksananya ketiga unsur utama tersebut, pun menjadi wajib. Setelah pendidikan dan penelitian, entitas ilmu pengetahuan hendaknya bisa dimafaatkan seoptimal dan seluas mungkin oleh masyarakat. Untuk itu pengabdian menjadi penting, karena di sinilah terjadinya interaksi antara akademisi dan masyarakat awam. Salah satu, dari sekian banyak, jenis interaksi tersebut adalah tulisan. Dalam kaitannya dengan Tri Dharma, berarti membuat karya tulis merupakan sebuah kewajiban, sekaligus tanggungjawab akademis. (bersambung)

Tags:

About Arfan

Kurang ajar, makanya belajar.

Trackbacks / Pingbacks

  1. Menulis, Tanggungjawab Akademis [2] « Rfun - 24 May 2011

Komentar anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: