Napak Tilas Inggit-Soekarno


Rumah Bersejarah Inggit Garnasih di Jalan CIateul Bandung

Napak Tilas Jejak Romansa Inggit-Soekarno di Bandung

Acara napak tilas jejak-jejak sejarah-romansa-perjuangan pasangan Inggit dan Sukarno ini bertajuk “Kuantar ke Gerbang”, Romansa Inggit-Soekarno di Bandung. Acara diadakan pada hari Minggu, 17 April 2011. Acara ini merupakan kerjasama antara penerbit Bentang, Good Reads Indonesia, Mooi Bandoeng, dan tentu saja Komunitas Aleut!.

Napak tilas dimulai dari Museum KAA di Jalan Asia Afrika Bandung. Peserta yang mencapai 80-an orang terbagi dalam beberapa kelompok yang masing-masing dipimpin oleh seorang pemandu dari Komunitas Aleut. Setiap kelompok akan menempuh perjalanan sekitar 2 km dengan berjalan kaki, lalu peserta akan berhenti di titik-titik bersejarah untuk kemudian mendapatkan penjelasan dari para pemandu.

Tempat-tempat bersejarah yang dikunjungi tentu saja ada kaitannya dengan kisah perjuangan Sukarno selama hidup bersama Inggit Garnasih, ah, tepatnya, kisah heroik Inggit Garnasih selama mendukung perjuangan Sukarno dalam proses merebut kemerdekaan RI di Bandung. Tempat bersejarah yang dikunjungi diantaranya adalah sisa-sisa bangunan penjara Banceuy tempat penahanan Bung Karno pada 1929, bangunan rancangan Sukarno setelah menjadi tukang insinyur, dan bekas rumah-rumah kontrakan pasangan Inggit-Sukarno selama menetap di Bandung.

Napak tilas yang dimulai pukul 09.00 diakhiri dengan bedah buku roman sejarah, yang judulnya dikutip menjadi judul acara ini: Kuantar ke Gerbang karya Ramadhan K. H. (1988). Acara bedah buku ini diisi oleh Pak Tito Zeni Asmarahadi dan rekannya yang bercerita panjang lebar tentang kisah-kisah mengharukan tentang perjuangan Inggit saat mendampingi Sukarno di masa penjajahan Belanda. Pak Tito adalah cucu angkat Soekarno-Inggit, putera dari pasangan Ratna Djuami (anak angkat Soekarno-Inggit) dan Asmara Hadi. Diskusi berlangsung dan berakhir di Rumah Bersejarah Inggit Garnasih di bilangan Jalan Inggit Garnasih (Ciateul) Bandung.

Catatan perjalanan secara lengkap, dapat dilihat di artikel berikut: Menelusur Jejak Inggit-Sukarno di Bandung.

Tags:

About Arfan

Kurang ajar, makanya belajar.

4 responses to “Napak Tilas Inggit-Soekarno”

  1. Fitri Wulandani says :

    kebetulan saat Aleut ngadain acara gak pernah bisa ikut, bentrok terus :P

  2. Fitri Wulandani says :

    ini kan Gd. Swarha (dulu dipakai sbg tempat menginap peserta KAA)…bukan PT.Pos Indonesia ^_^

  3. Arfan . says :

    Oh ya..!! Salah euy.. Trimakasih koreksinya.. :)

  4. Arfan . says :

    Iya emang sulit konsisten ikut Aleut.. Heuuu.. Saya juga kebetulan bisa maksain pas acara ini.. Soalnya dapet buku :b

Komentar anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: