BenQ DC E800

Digital Camera BenQ E800.

Sedari awal saya agak curiga, ini kamera ‘kurang berbobot’ dalam arti harfiah maupun kiasan. Kecurigaan pertama berawal ketika menimbang-nimbang bobot kamera ini. Kok rasanya kayak pegang kamera Holga, padahal ini kan kamera digital. Seingat saya, ini kamera saku digital yang paling ringan yang pernah saya pegang. Tapi ya sudah lah, mungkin bobot ringan 140 gram, memang ‘kelebihan’ kamera ini.

Sekarang masalah gambar. Kamera BenQ DC E800 memiliki lensa built-in, dengan 3X optical zoom. Lensa inilah yang menjadi kecurigaan kedua. Biasanya, lensa built-in jarang menghasilkan gambar maksimal. Benar saja, ketika saya coba mengambil gambar di luar ruang, saya cukup kecewa.

Warna biru langit tidak cerah, cenderung kelabu. Warna hijau pohonan cenderung gelap. Paling fatal, warna kulit orang. Objek-objek manusia yang saya foto, jadi punya kulit merah dan keunguan, mirip keracunan seafood. Saya sudah coba-coba mengganti white-balance, ISO, ataupun main-main dengan blitz, tapi tetap saja warna-warna objek kurang maksimal.

Tampak depan BenQ E800.

Foto di dalam ruang, agak lumayan menghasilkan warna yang ‘waras’. Namun, kita harus atur-atur ISO ke angka besar, supaya gak terlalu gelap. Tapi, ini dia, di ISO besar grainy (bercak-bercak cahaya) yang dihasilkan, hadeuuuh… mana tahan!

Intinya kamera ini perlu pencahayaan lingkungan yang benar-benar pas dari sononya. Kamera kurang pintar untuk merekayasa cahaya secara internal.

Untuk optical zoom, saya tidak pernah pakai. Gambar yang dihasilkan jauh dari bagus. Meskipun judulnya kamera 8.1 MP, tapi saat pake optical zoom, gambar tetap bergerigi. Posisi kamera harus benar-benar still saat pengambilan gambar dalam mode ini, kalau tidak hasilnya blur. Maklum, kalau tidak salah kamera ini belum punya fitur anti-shaking.

Tampak belakang, LCD BenQ E800.

Walau begitu, kamera seharga 1,2 jt-an ini masih memiliki beberapa kelebihan. LCD kamera yang cukup besar, yaitu 2,7-inch membuat nyaman pengguna untuk membidik dan mengomposisikan gambar. Lalu desain potongan kamera yang kompak, dan panel-panel pengaturnya yang sederhana, sangat memudahkan penggunaan.

Nah, terakhir, kelebihan yang lumayan mengurangi rasa kecewa saya: fitur video. Hasil pengambilan gambar bergerak cukup memuaskan. Gambar cukup tajam dan, anehnya, warna yang dihasilkan cukup natural, tidak se-absurd mode foto diam.

Saya punya kamera ini sejak Juli 2009, dan wafat setengah tahun kemudian: kena percikan air laut. Sama sekali tidak bisa diservis. :(

Dari hasil review sok tahu saya di atas, kamera ini paling banter dipakai untuk acara-acara rumahan, ulang tahun, dsb. Percaya deh, ini kamera bukan untuk traveling.

Bintang 2,5 untuk LCD dan fitur video. Sisanya, hadeuuh![]

Arfan

_________
Spesifikasi:
Brand: BenQ
Type: DC E800
Resolution: 8.10 Mpixel
Maximum resolution: 3264×2448 pixels
Optical zoom: Yes
LCD screen size: 2.7-inch
Video function: Yes
Dimensions: 93x58x21.45

Sumber gambar: alatest.com

Tags:

About Arfan

Kurang ajar, makanya belajar.

Komentar anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: