Bencana Kejujuran di Indonesia

Ada yang bilang negeri ini negeri bencana. Menurut saya pendapat ini tidak berlebihan. Faktor geografis mensyaratkan negeri ini berlangganan gempa dan tsunami. Karena faktor geologis, gunung meletus sudah biasa terjadi. Diluar itu, banjir dan tanah longsor seolah menjadi peristiwa rutin.

Umumnya, masyarakat Indonesia sudah terbiasa menghadapi bencana. Warga sudah terbiiasa mengungsi akibat daerah tempat tinggalnya tidak aman ditinggali. Bencana memang identik dengan pengungsian. Hal yang wajar.

Untuk kasus bencana alam, kita manusia hanya bisa berserah diri. Ikhtiar kita yang paling maksimal, paling tidak adalah membentuk strategi mitigasi bencana guna mencegah jatuhnya korban jiwa.

Mencontek Massal
Bulan Juni lalu media sempat dihebohkan dengan kasus mencontek massal di SDN II Gadel Surabaya. Kasus ini mencuat setelah seorang wali murid bernama Siami mendapatkan laporan dari wali murid lain, bahwa putranya bernama Alif telah memberikan contekan kepada sejumlah murid lainnya selama Ujian Nasional SD, 10-12 Mei 2011.

Alif pun mengaku bahwa dirinya disuruh oleh oknum guru untuk ‘membantu’ memberi jawaban soal, karena Alif dinilai pandai di kelasnya. Bundanya, Siami, tidak tinggal diam. Ia melaporkan kasus tersebut ke komite sekolah setempat, bahkan hingga ke Dinas Pendidikan.

Siami sempat menceritakan kasus contek massal ini ke sebuah radio lokal. Setelah laporan tersebut, Pemkot Surabaya langsung membentuk tim independen guna mengusut adanya kecurangan pelaksanaan UN di SD Gadel 2 pada Jumat (3/6).

Dari pengusutan tersebut terbukti adanya kecurangan di SDN Gadel. Sebaga sanksi, Kepala Sekolah diberhentikan, dua guru yang terbukti bersalah, dicopot dan tidak boleh lagi mengajar lagi.

Pencopotan tiga pendidik di SDN Gadel akibat kejujuran Siami justru menuai amarah warga. Keluarga kecil Siami menjadi bulan-bulanan warga setempat. Khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan pihak sekolah dan tokoh masyarakat setempat menyelenggarakan mediasi warga pada Kamis (9/6). Pada forum tersebut, Siami meminta maaf kepada warga atas ‘perbuatannya’.

Warga tidak puas. Untuk alasan keamanan keluarga Siami dilindungi pihak Polsek Gadel. Besoknya keluarga kecil tersebut ‘mengungsi’ ke Gresik.

(Kronologis disadur dari Republika.co.id [akses Kamis, 16 Juni 2011, 19:19 WIB]).

Bencana & Mengungsi
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ‘mengungsi’ adalah kata kerja yang berarti pergi menghindarkan (menyingkirkan) diri dari bahaya atau menyelamatkan diri (ke tempat yg dirasa aman).

Masih dari kamus, ‘bencana’ adalah kata benda yang berarti sesuatu yg menyebabkan (menimbulkan) kesusahan, kerugian, atau penderitaan; kecelakaan; bahaya.

Kita mahfum bahwasanya orang/masyarakat yang tempat tinggalnya terkena bencana pasti mengungsi, karena tempat tinggal mereka dinilai bahaya bagi keselamatan diri. Maka untuk menghindar dari bahaya, warga selayaknya mengungsi.

Maka saya sebut di paragraf awal bencana memang identik dengan pengungsian. Hal yang wajar, apalagi dalam kasus bencana alam.

***

Sekarang, kita lihat kasus Siami di atas. Siami dengan kejujurnya melaporkan adanya kecurangan. Akibat laporan tersebut pelaku kecurangan ditindak. Namun, karena dinilai merugikan, Siami diamuk masyarakat. Karena merasa tidak aman lagi tinggal di tempatnya, Siami dan keluarga memutuskan untuk mengungsi.

Kita lihat dengan matakepala sendiri, ada satu sebab baru yang menyebabkan seseorang memutuskan untuk mengungsi: kejujuran. Bayangkan!

Dalam kasus Siami di atas kejujuran adalah pembawa bencana. Karena kejujuran Siami harus meminta maaf. M-i-n-t-a–m-a-a-f!

Karena kejujuran, Siami harus mengamankan diri. Mengungsi. Karena mengungsi identik dengan bencana, dan karena Siami mengungsi karena kejujuran, berarti kejujuran adalah bencana.

Ada yang bilang, kejujuran adalah barang langka di negeri ini. Salah! Kejujuran adalah bencana di negeri ini. Indonesia memang negeri bencana.[]

Arfan

__________

Tags: ,

About Arfan

Kurang ajar, makanya belajar.

Komentar anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: