Asumsi

Seorang guru pernah bertanya “Naha urang bakal nyaho isuk pageto?” yang dalam bahasa Indonesia kira-kira berarti “Apa kita akan tahu hari esok?”. Cukup kaget saya ditanya demikian. Saya pun menjawab tidak tahu, meski dalam diam.

Nyatanya kita hidup dalam asumsi. Hari ini adalah asumsi hari kemarin. Hari esok, ya itu tadi, asumsi hari ini. Entah tepat atau meleset, apa yang kita bisa hanyalah berasumsi.

Dengan sekolah tinggi-tinggi, asumsinya, masa depan akan cerah. Dengan berbuat baik terhadap sesama, asumsinya, kita pun akan diperlakukan baik. Dengan kerja keras peras keringat, asumsinya, hidup akan lebih layak. Dengan menjalankan perintah dan menjauihi larangan-Nya, asumsinya, kita akan masuk syurga.

Tapi, beranikah kita menjamin bahwa asumsi kita akan tepat?

Begitu mengerikan ketika tersadar bahwa hari esok selalu berupa misteri. Begitu mencemaskan ketika menyadari hari esok tidak pernah menjadi milik kita. Begitu menyedihkan ketika memahami bahwa kita tidak punya peran apapun dalam menentukan hari esok kita sendiri.

Tapi (mungkin) inilah nikmat dari-Nya, ketidakpastian.[]

Arfan

__________

Tags:

About Arfan

Kurang ajar, makanya belajar.

3 responses to “Asumsi”

  1. ıʞɐz ...... says :

    Tapi (mungkin) inilah nikmat dari-Nya, ketidakpastian.

    wah keren

  2. Arfan . says :

    Nuhun udah mampir..
    :)

Komentar anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: