Cerita Berantai XL

Mau cerita nih. Awalnya saya iseng-iseng baca-baca inbox di MP untuk nunggu buka puasa. Eh, ngeliat ada kontes Cerita Berantai yang diadain oleh salahsatu provider seluler terkemuka di Indonesia. Awalnya banget sih, tau info ini dari postingannya Mbak Ari, salahsatu juri kontes tersebut.

Iseng-iseng pula lah yang menggerakkan tangan ini untuk mengetikkan nama akun MP saya supaya terdaftar jadi peserta. Singkat cerita, terdaftarlah akun saya sebagai peserta kontes cerita berantai ini.

Kontes ini cukup seru ternyata. Aturan mainnya juga simple. Peserta tinggal melanjutkan cerita dari dewan juri untuk kemudian dilanjutkan lagi oleh peserta lainnya. Karakter tulisan kita tidak boleh lebih dari 140 karakter. Penulisan tiap edisi cerita dibatasi waktu. Jalan ceritanya bebas.

Dan ini yang membuat seru. Masing-masing peserta dengan gaya cerita dan imajinasi masing-masing melanjutkan cerita dari reply sebelumnya. Mudah ketebak, alurnya jadi tak terduga. Malah sampai timbul tokoh-tokoh cerita baru. Wah, ampun dah. Seru pisan!

Kontes Putaran Pertama
Di kontes putaran pertama, panitia melempar cerita untuk dilanjutkan para peserta. Kalimatnya begini:

“Ketika ngabuburit tiba,semua keseruan Ramadhan ini makin terasa lekat di hati. Begitupun dengan seorang Raka. Namun Ramadhan tahun ini…”

Singkat cerita, muncullah tokoh lain bernama Cinta, sebagai anak si Raka. Muncul konflik bahwa ibunya Cinta, istri Raka, sudah meninggal, dan lainnya.

Saya–lagi-lagi–iseng meneruskan cerita dari reply peserta sebelum saya. Waktu itu saya melanjutkan cerita dari peserta dengan akun peydina.

arfun wrote on Aug 9
“Baiklah Nak, Papa akan cari mama baru!”
“Bagaimana kalau Papa pilih…


peydina wrote on Aug 9
Tak sangka standar ramai Papa itu pasar. Ck. Akan ramai kalo ada Mama. Aku ingin ada Mama. Mamaku yang asli, bukan Mama Dedeh, idola papa!

Nah, maksud saya menuliskan kalimat terbuka:

“Baiklah Nak, Papa akan cari mama baru!”
“Bagaimana kalau Papa pilih…

adalah supaya cerita selanjutnya menjadi percakapan Cinta dan ayahnya, si Raka, mengenai pemilihan mama baru. Tapi setelah saya cek lagi, ternyata kelanjutan cerita tidak sesuai harapan. Tapi tak apalah, namanya juga cerita keroyokan.

Awalnya saya pesimis, “Duh, lolos gak ya?” Soalnya kalimat saya jadi agak kurang nyambung, soalnya gak sejalan dengan kalimat dari peserta selanjutnya. Tapi ya sudahlah. Namanya juga iseng.

Kontes Putaran Kedua
Hari-hari berikutnya berjalan seperti biasa. Saya melakukan kebiasaan saya yang paling hebat saya kerjakan: melototin MP.

Tak dinyana! Ternyata saya lolos juga sebagai kontestan 50 besar kontes ini. Buset! Kaget! Serius! Daripada saya mangap terkaget-kaget, mending nerusin cerita lagi lah. Mumpung 50 besar. Hehe…

Di putaran kedua panitia menggulirkan cerita lanjutan, berbunyi:

“Raka langsung terbangun dari tidurnya. Mimpi kecelakaan itu terus menghantuinya. Raka pun langsung menghubungi Cinta ke nomor XL -nya…”

Cerita bergulir makin tak terduga. Bahkan kalo gak salah, di akhir-akhir cerita, ada yang nulis konflik tentang nenek Cinta, ibunda Raka, meninggal. Terus ada konflik tentang dilema Cinta yang harus melanjutkan sekolah ke Cairo ato melayat neneknya di Papua!

Saya pikir dari awal, Cinta itu bocah cilik yang masih doyan maen balon tiup. Eeeh, ternyata dia udah gede, bisa dapet beasiswa ke Mesir. Bahkan ada yang nulis, kalo Cinta mau kawin! Haha… keren… Keren… Unpredictable!

Waktu itu saya melanjutkan ceritanya mas alexast.

arfun wrote on Aug 15
Cinta semakin bingung ketika nada reject terdengar, ia curiga, pasti ada apa-apa! Soalnya, mana mungkin nomor XL bermasalah, pikirnya.


alexast wrote on Aug 15
Selesai shalat, hp Raka ketinggalan. Cinta menelepon berulang kali dan bingung, ada apa dengan XL Raka? Kenapa komunikasi mereka tersendat?

Kapok pake kalimat terbuka, karena kemungkinan ceritanya jadi gak nyambung, saya langsung saja menulis cerita seperti di atas. Sekali lagi, iseng-lah yang mendorong saya nulis. Lagian, mumpung 50 besar. Hehe…

Kontes Putaran Final

Hari-hari berikutnya berjalan seperti biasa. Saya sekedar melototin MP plus kebiasaan saya yang lain yang paling hebat saya kerjakan: gak nulis apa-apa.

Deg-degan juga. “Masuk final gak ya?” Kurang yakin sih, soalnya cerita-cerita peserta lain banyak yang dahsyat. Unpredictable.

Saya mulai jarang-jarang buka MP. Ada kesibukan lain. Pas iseng buka MPnya kontes Cerita Berantai XL & MPnya Mbak Ari. Kebetulan, bertepatan ama tanggal pengumuman peserta kontes yang masuk final. Dan…

Masyaallah! Nama saya ada! Kaget! Kok?! Bisa ya?! Deg-degan saya waktu itu. Langsunglah saya buka laman putara ketiga kontes, alias putaran final! Waktu itu belum ada yang ngisi reply. Soalnya saya buka MP pas banget ama waktu pengumuman.

Sebelumnya saya baca baik-baik peraturannya. Ternyata ada peraturan baru. Kali ini peserta cuma disuruh melanjutkan cerita dari panitia. Peserta hanya disuruh menuliskan kalimat penutup cerita yang merangkum cerita keseluruhan dari sejak sesi pertama. Plus di kalimat kita harus tercantum kata “XL” dan “berkah”. Saya baca ulang aturannya, disitu tertulis:

“Silahkan lanjutkan postingan berikut ini dengan sebuah kalimat ending!”

Saya nangkepnya, “sebuah kalimat ending” artinya sebuah, hanya sebuah, kalimat penutup. Makanya saya melanjutkan cerita dengan hanya sebuah kalimat. Waktu itu panitia memberi cerita awal sebagai berikut:

“Pa, Cinta akan ada terus untuk Papa. Komunikasi kita akan tetap lancar. Aku di sini, Pa” Cinta berusaha meyakinkan sang ayah. Bagi Raka…

karena di akhir kalimatnya pake titik-titik, saya asumsikan peserta harus buat kalimat lanjutan kalimat di atas. Bagi Raka bla-bla-bla dst.

Kali ini, lumayan rada serius saya merangkai kata. Hehehe…

Asli, saya gemeteran waktu mau nulis cerita lanjutan. Setengah gak percaya bisa masuk final, setengah lagi emang karena saya laper, perut lagi kosong. Hehe…

Akhirnya tercetuslah kalimat berikut:

arfun wrote on Aug 22
…Cinta adalah berkah terindah, meski kini terpisah benua, namun mereka tetap saling berkirim sapa lewat XL dan lewat doa.

Lho… Kenapa mereka (Cinta dan Raka -red) kini terpisah benua? Kan gini ceritanya, waktu di putaran kedua ada peserta yang menulis cerita tentang Cinta yang menerima beasiswa sekolah ke Cairo. Imajinasi saya berkata, ya Cinta mengambil kesempatan ini.

Berangkatlah Cinta ke Mesir. Walau imajinasi saya yang lain berkata, paling si Cinta disono maen tak umpet di pyramid ama bocah Mesir. Ato maen kuda-kudaan di atas sphynx. Kan pikir saya, si Cinta ini masih bocah. Hehe…

Nah sekianlah cerita saya tentang kontes Cerita Berantai XL ini. Saya sampe bela-belain nulis, soalnya ini pengalaman pertama saya tembus kontes di blogosphere kayak gini. Hadeuh, deg-degan beneran lho ini.

Selanjutnya, untuk hasil kontes ini, ya saya serahkan pada Yang Maha Kuasa aja dah. Nothing to loose. Kan cuma iseng awalnya juga. Menang ya syukur, juara ya alhamdulillaah. Hahahaha…

__________
ilustrasi: ceritaberantai.multiply.com

Tags:

About Arfan

Kurang ajar, makanya belajar.

6 responses to “Cerita Berantai XL”

  1. Ely Widyawati says :

    good luck…
    semoga menang :)

  2. Arfan . says :

    wah.. Terimakasih lho mbak ely, doanya… Amiien.. Hehe

  3. Catur Hadi P says :

    nanti kalo dapat iPhone bisa tukeran dengan Playbook saya mas ;)
    ikuti aturannya, kreatif, unik, dan jangan lupa perbanyak posting di blog siapa tahu penilaiannya dari keaktifan orangnya juga….
    saya waktu lomba kemarin hampir tiap hari selama sebulan posting terus…alhamdulillah menang

  4. Arfan . says :

    Terimakasih tipsnya Mas Catur. Kalo setelah cek-ricek aturan main udah saya jalankan kok. Urusan hasil, cuman Tuhan dan juri yang tau :D

    Oya, jadi inget, saya pertama ke MP-nya mas kan gara-gara liat pengumuman pemenang BB Playbook ya… Kontes apaaa gitu, waktu itu.. Lupa.. Cerita2 dong mas tentang Playbooknya kek gimana… :)

  5. RuRi's notes says :

    pengumuman pemenangnya udh ada belum ya?kok belum liat di blog Cerita Berantai XL…

  6. Arfan . says :

    Waduh, maaf baru cek MP… UDah ada tuh mbak pengumumannya di MPnya Mbak Ari: http://srisariningdiyah.multiply.com/journal/item/765/Pemenang_Lomba_Cerita_Berantai

Komentar anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: