Cermin

Guru saya pernah menyuruh sesuatu yang terdengar aneh:

“Cobalah luangkan waktu satu jam saja, di malam hari saat hening, pandangi diri sendiri di depan cermin.”

Aneh. Baru dengar saya perintah macam ini. Guru saya memang nyentrik, dia banyak melakukan, kalo boleh saya sebut, eksperimen kejiwaan. Kemudian beliau bercerita pengalamannnya, lebih tepatnya pengalaman spiritualnya sesaat dan setelah beliau melakukan ‘ritual’ memandangi cermin tersebut.

Ceritanya begitu ‘menyeramkan’, setidaknya waktu itu saya berpikir begitu. Beliau bercerita bahwa setelah beberapa lama memandangi wajahnya di cermin, tiba-tiba ada yang berubah dalam pandangannya. Beliau samasekali, samasekali tidak mengenali siapa bayangan yang ada di cermin tersebut.

Tiba-tiba keterasingan merasuki pikirannnya kala itu. Wajahnya, bayangan yang ada di cermin tersebut adalah hal lain yang asing. Guru saya kemudian meneteskan air mata, karena mendapati bayangan yang tidak ia kenali di cermin tersebut.

“Coba. Satu jaaam saja.” perintah beliau lagi.

Saya menyimak ceritanya setengah tidak percaya. Timbul rasa penasaran. Namun sampai sekarang, saya belum berani mencobanya.[]

Arfan

__________

Tags:

About Arfan

Kurang ajar, makanya belajar.

Komentar anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: