Kumpulan Cerpen Kompas

Tautan: cerpenkompas.wordpress.com

Rasanya Kompas adalah satu-satunya media arus utama yang paling sering mengantar sajian sastra ke depan khalayak. Bagaimana tidak, rubrik Seni yang berisi sub rubrik Cerpen, Puisi, dan Esei rutin dihardirkan tiap hari Minggu. Terpenting, sedari dulu media ini mudah diakses. Dari sekian rubrik tersebut, mungkin rubrik Cerpen-lah yang paling banyak menarik minat pembaca. Disamping memang menghibur, penulis-penulisnya pun memang sudah ternama. Yang lebih menyenangkan, sejak 1992, redaktur Kompas rutin membuat buku kumpulan cerpen pilihan tiap tahunnya. Buku kumpulan tersebut menjadi monumen cerpen-cerpen terbaik yang pernah dimuat Kompas dalam satu tahun.

Untuk itu Cerpen Kompas mingguan bisa jadi adalah telaga sastra yang inklusif yang bisa didatangi kapanpun, oleh siapapun.

***

Nah, kadang kita suka terlewat untuk membaca Cerpen Kompas mingguan. Ketika mencari koran hari Minggu, ternyata sudah habis di pasaran. Mau meminjam tetangga, eh, korannya sudah dipakai alas gorengan. Bingung kan?

Beruntung, masih ada orang yang berbaik hati mengliping cerpen-cerpen Kompas mingguan secara digital lewat blognya yang beralamat di cerpenkompas.wordpress.com. Dalam blognya tertulis kalimat tegas: “arsip cerita pendek kompas minggu”.

Blog bersahaja yang berjudul Kumpulan Cerpen Kompas ini dikelola oleh seorang anonim yang baik hati. Beliau yang menyebut dirinya sebagai “tukang kliping“, saya rasa adalah orang yang sangat berjasa sebagai ‘penunjuk jalan’ bagi masyarakat yang hendak mengunjungi kolam sastra.

Seseorang “tukang kliping” ini menulis di laman perihal blognya:

“Saya penikmat cerpen-cerpen pada harian Kompas minggu, lalu mengklipingnya di sini; siapa tahu saya mau membacanya lagi, entah sebagai pelepas penat, pengisi pundi jiwa, mungkin juga referensi atau cuma iseng. Mencarinya di tumpukan koran bekas tentu lebih melelahkan daripada menelusuri arsip digital yang sudah disimpan dengan rapi.”

ah, sungguh tulus dan rendah hati. Sungguh saya tidak mampu berterimakasih lebih banyak lagi atas dedikasi beliau. Untuk itu, saya tulis resensi tautan ini sebagai tanda terimakasih bagi beliau, si “tukang kliping“.[]

Arfan
__________

Tags: , ,

About Arfan

Kurang ajar, makanya belajar.

Komentar anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: