STUDIA HUMANIKA “Mengenal Filsafat Platon”

Dia terlahir dengan nama Aristokles di Athena pada tanggal 7 bulan Thargelion (Oktober) 428/427 SM. Guru olahraganyalah yang menjulukinya Platon. Di Indonesia kita menyebutnya sebagai Plato gara-gara filsafat masuk ke negeri ini lewat bahasa Belanda. Namun, kalau kita mengikuti kata Yunaninya Pla/twn (Platon), dan kalau kita mau menyesuaikan diri dengan sebagian besar bahasa internasonal di Barat, lebih baik kita mulai menyebutnya Platon. Rasanya itu lebih cocok untuk menggambarkan munculnya kata-kata turunan platonisme, platonic, platonis atau platonisian.

Dia meninggal di usia 81 tahun, pada tahun 348/347 SM. Pemikirannya bertahan dan tetap dibaca orang hingga lebih dari 2000 tahun, menjadi dasar-dasar bagi Filsafat Islam mau pun Filsafat Kontinental. Syaikh Al-Akbar Muhyiddin Ibn ‘Arabi, yang juga digelari sebagai Ibn ‘Aflatun (Putra Platon), pernah mengatakan bahwa filsuf yang masuk surga hanyalah filsuf yang seperti Plato (aflatun ilahi), sementara Alfred North Whitehead mengatakan bahwa “Cara paling tepat untuk mencirikan tradisi pemikiran Barat adalah ia berisi rangkaian catatan kaki pemikiran Platon.”

Dalam kuliah Studia Humanika, dalam pertemuan pertama akan dibahas tentang buku Politeia, atau yang lebih dikenal dengan nama Republic, dalam dua sesi perkuliahan.

Secara umum di buku I sd IV The Republic, Sokrates berusaha membungkam argumentasi Thrasymakhos yang mengatakan bahwa dikaiosune (keadilan/kebenaran) adalah milik “dia yang paling kuat”. Dari situ, Sokrates kemudian mengusulkan sebuah bentuk pemerintahan ideal yang dilepaskan dari rujukan historis. Di polis virtual dan ideal itu, Sokrates hendak mencari bagaimana dikaiosune bisa tumbuh dan berkembang. Dan dari pembahasan tentang polis ideal, Sokrates lalu bergerak menerapkan hal tersebut dalam membahas “jiwa manusia”.

Pada buku V – VII The Republic, Sokrates akan mengguncang rasa perasaan normal kita. Di polis virtual yang ia idealkan itu, harta benda, para wanita dan anak-anak akan dijadikan milik bersama polis ! Sementara para filsuf akan bertugas mengurusi polis tersebut.

Di Buku VIII-IX The Republic, selanjutnya Sokrates akan menggambarkan bentuk-bentuk polis yang tidak benar/adil (adikia). Polis virtual dan ideal yang ia wacanakan akan merosot secara bertahap. Dan proses kemerosotan ini sejajar dengan macam-macam tipe manusia yang tidak benar/adil (adikios). Ia menggambarkan 4 rezim politik yang jelek, masyarakat yang membusuk akibat pemerintahannya yang buruk (dan yang terakhir ini adalah cermin pula bagi manusia yang “tidak adil”, yang menyeleweng [543a]).

Di buku X The Republic, Sokrates dengan berat hati lalu menyatakan penolakannya pada Homeros (Sang Pendidik bangsa Yunani). Di buku terakhir ini Sokrates juga menggambarkan hukuman yang akan diterima jiwa-jiwa yang tidak benar/adil dan hadiah-hadiah yang akan diterima para jiwa yang baik hidupnya di dunia setelah mereka mati.

Dalam pertemuan kedua, akan membahas tentang Arete: Pemikiran Umum Platon yang didasarkan pada buku “Arete: Hidup Sukses Menurut Platon” karya A. Setyo Wibowo. Arete dalam bahasa Yunani artinya adalah sesuatu yang baik, yang unggul. Dalam literatur Yunani, bila diterapkan pada seseorang, arete itu mengungkapkan kualitas-kualitas seperti keberanian, kecakapan, kegagahan dan kekuatan.

Dalam pengertian moral, arete berarti keluhuran, kemanfaatan, dan kebaikan dalam memberikan pelayanan. Makna filosofis dari arete berkaitan dengan keunggulan yang dimiliki. Bila seseorang menjalankan ‘fungsi yang dirancang’ untuknya, dan ia melakukannya dengan sempurna, maka ia dipandang memiliki arete; ia cakap di bidang itu. Misalnya, seperti alat pangkas rumput yang dirancang untuk itu, maka alat itu melakukan fungsinya lebih baik daripada alat-alat lainnya. Arete itu ada di dalam jiwa manusia, dan setiap manusia harus menemukan apa arete yang dimilikinya, mengoptimalkan jiwanya dalam arete.

***

Pemateri kuliah Studia Humanika kali ini adalah A. Setyo Wibowo, seorang pengajar dari STF Driyarkara dan selama bertahun-tahun fokus mengkaji filsafat Yunani kuno di Prancis, serta menguasai bahasa Yunani juga.

Waktu kuliah:
Membahas buku The Republic, Kamis, 26 Juli 2012, sesi I: jam 13.00 – 15.00, sesi II: jam 16.00 – 18.00
Membahas Arete: Pemikiran Umum Platon, Kamis, 2 Agustus 2012, sesi I: jam 13.00 – 15.00, sesi II: jam 16.00 – 18.00

Tempat kuliah di GSS Salman ITB

Biaya kuliah adalah Rp. 150.000
Pendaftaran ke Sekretariat DPP Salman ITB
Informasi lebih lanjut bisa ditanyakan via sms ke Anis (0857 9417 3686) atau email ke studia.humanika@salmanitb.com[]

Tags: , ,

About Arfan

Kurang ajar, makanya belajar.

Komentar anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: