Tentang Baca Tulis

Menulis memerlukan riset, pencarian, pengutipan, penyaduran dan itu adalah bagian-bagian dari kegiatan membaca. Sementara, membaca memerlukan nalar dan telaah mendalam untuk bersepakat atau tidak terhadap tesis yang diajukan dalam teks. Jika ya bersepakat, kamu akan mengambil ide dalam bacaanmu diam-diam sebagai bahan perenungan dan pemikiran.

Kelak jika orang lain tahu darimana kamu bisa menuangkan pikiran dalam tulisan yang luwes, kamu tinggal berdalih terinspirasi dari bacaan tersebut. Atau kamu secara terang-terangan mengutip, tentunya dengan mencantumkan sumber supaya kelak dirimu tak di-cap plagiat.

Proses olah pikir berupa usaha baca-tulis seperti yang kusebut barusan sejatinya memang usaha yang menyenangkan, sekaligus melelahkan. Tapi apalah arti itu semua, ketika tulisanmu terpampang di koran minggu atau jurnal, tahulah kamu, kalau rasanya sedap nian. Jika kebetulan tulisanmu baik, membawa hal baru, sedap dibaca, kelak banyak orang mulai membahasnya. Sanjungan dan puji-pujian tentulah harapanmu bukan?

Saranku, jangan berkeinginan sesempit itu. Harapkan pulalah kritik, karena kritik itu baik. Tulisan tanpa kritik, artinya teks yang benar-benar benar, atau sampah. Tentunya kamu tidak menginginkan yang kedua, sekaligus berpikir bahwa tidak mungkin untuk menjadi yang pertama.

Tapi, menulis ya menulis, jangan kamu jadi bingung apalagi ketakutan menghadapi teori-teori atau pakem yang ada. Keluarkanlah, karena apa yang dipendam tak akan pernah ada manfaatnya, jangan-jangan malah membusuk dan meracuni jiwamu.

Niatkanlah menulis untuk dirimu sendiri. Tulisan, minimal menjadi wahana untuk bercakap, berdialog dengan dirimu sendiri. Musyawarahkan dengan dirimu: mana yang baik, mana yang buruk dari segala apa yang kau dapati dari pengalaman hidup. Jadikan tulisan sebagai jaring rapat untuk menyaring arus deras informasi, pastikan kamu mendapat ikan kalau bukan mutiara.

Urai benang kusut isme-isme yang memusingkanmu selama ini. Jalin benang-benang isme yang sedapat mungkin mampu kamu uraikan, jalinlah menjadi selimut yang kelak akan menghangatkan jiwamu.

Sungguh, jiwamu itu sangat ringkih. Rawatlah ia dengan baca-tulis.

Arfan

__________

Advertisements

Tags:

About Arfan

Kurang ajar, makanya saya belajar.

One response to “Tentang Baca Tulis”

  1. Ms. MoccaBeep says :

    Halo salam kenal, aku baru nih di dunia blogging :)
    konten blog mu keren, new follower here!

Komentar anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: