Tag Archive | blog

Laman Tentang Komunitas Buleut

Akhir April 2012 lalu beberapa kawan dan saya merintis sebuah komunitas bermain bersama anak-anak. Komunitas itu bernama Buleut. Setelah berjalan selama beberapa kegiatan, baru terpikir untuk membikin sebuah blog atau situs demi mendokumentasikan kegiatan dan meyebarluaskan perihal Komunitas Buleut ke khalayak umum. Maka terbikinlah blog dengan nama “Buletin Buleut” yang beralamat di http://buleut.wordpress.com.

Blog tentunya perlu memiliki laman perihal (about) yang berisikan penjelasan ini-itu tentang blog itu sendiri atau tentang si empunya blog. Untuk itu saya membikin materi dari laman Tentang Buleut dengan isi sebagai tertulis di bawah ini. Semoga bermanfaat.


Buleut adalah kependekan dari budak leutik, diambil dari bahasa Sunda yang artinya anak kecil. Komunitas Buleut adalah wadah bermain, berkarya, dan berbagi bersama budak leutik di sekitar kita. Komunitas Buleut didirikan pada penghujung 2011 atas dasar pemikiran beberapa anak muda yang merasa perlu adanya suatu wadah bermain bagi anak-anak; karena belakangan ini wadah bermain tersebut semakin sempit dalam arti harfiah maupun maknawi.

Selain itu, secara hakikat dunia anak memanglah dunia bermain. Oleh karenanya, dengan sedikit kemampuan namun dengan besar kemauan, Komunitas Buleut berusaha untuk mengembalikan dunia bermain yang terampas oleh zaman, kepada yang paling berhak menerimanya, yaitu anak-anak di sekitar kita. Walaupun kami sadar, sesadar-sadarnya bahwa tugas ini teramat berat, namun toh tidak ada yang tidak mungkin dalam kamus imajinasi.

Kegiatan reguler kami adalah bermain, berkarya, dan berbagi sekali dalam tiap bulannya. Adapun waktu pelaksanaan serta pihak-pihak yang kami ajak serta dalam setiap kegiatannya bersifat tentatif. Secara umum, sasaran tiap kegiatan Komunitas Buleut adalah anak-anak usia bermain, baik dari wadah panti asuhan, anak jalanan, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Luar Biasa (SLB) di daerah Bandung dan sekitarnya. Kami sebut mereka adik-adik Buleut.

Komunitas Buleut sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung atau sekedar berbagi. Bagi kakak-kakak yang ingin bergabung dalam kegiatan Komunitas Buleut silakan pantau terus twitter @buleut dan blog buleut.wordpress.com.

Untuk info lebih lanjut, pertanyaan, maupun sharing ide, silakan kakak-kakak menghubungi salahsatu dari kontak di bawah ini:

  • Dhea Karlina Irwanto (@dheadki): 08561586182
  • Naomy Tambunan (@nomicomico): 085220226522
  • Email: komunitasbuleut@gmail.com

Akhir kata izinkan pergerakan kecil ini menebar manfaat sebesar-besarnya.

Salam hangat :)

KOMUNITAS BULEUT


Oh ya, postingan ini bukan sekedar basa-basi lho. Saya bermaksud berpromosi pula tentang Komunitas Buleut. Mari bergabung kak! []

Advertisements

Tesamoko, Tesaurus bahasa Indonesia

Tautan: blog.tesaurusindonesia.com

Kata ihwal situsnya begini:

“Situs web Tesamoko adalah situs resmi tim revisi Tesaurus Bahasa Indonesia karya Eko Endarmoko. Ikuti akun Twitter Tesamoko di @tesamoko serta laman Facebook kami, Tesaurus Bahasa Indonesia Eko Endarmoko.”

Kata saya begini:

“Ini laman keren. Bermanfaat untuk menambah kosakata dalam berbahasa Indonesia.”

Almarhum Tumblr

Kadang gampang saja menilai apakah sesuatu milik kita adalah buah nafsu sesaat atau memang betul sebuah kebutuhan. Salahsatu tolok ukurnya adalah kebermanfaatan. Perhatikan saja, sebesar apa manfaat dari sesuatu yang kita punya itu, minimal bagi kita pribadi. Semakin besar manfaat yang kita rasakan, semakin besar kemungkinan bahwa sesuatu tersebut adalah memang benar kebutuhan kita.

Salahsatu yang sempat saya tinjau ulang adalah blog pribadi. Kemarin saya menghapus akun sekaligus situs dan segala konten yang ada di tumblelog saya. Sedikit berat hati, namun saya tetap menghapus blog dari rimba maya. Dan, puuufftt, hilanglah blog tersebut. Alasannya, karena saya tidak merasakan kebermanfaatan yang besar, dan itu artinya memiliki akun tumblr bukan kebutuhan saya. Maka saya hapus tumblelog tersebut.

Blogosphere di Tumblr
Setelah diingat-ingat, dulu di awal 2010 saya membuat akun tumblr lebih karena tertarik akan tampilan antarmuka yang memanjakan mata dan pengalaman nge-blog yang begitu unik. Siapa yang tidak tahu, tumblr memang terkenal dengan kemudahan bagi penggunanya untuk memposting sesuatu. Tumblr bisa dikatakan termasuk salahsatu pelopor microblogging. Bahkan istilah tumblelog makin populer berkat tumblr, yaitu variasi dari blog dengan bentuknya yang singkat dan kontennya yang beragam, mulai dari tulisan, foto, video, musik, gambar, hingga percakapan.

Untuk memposting sesuatu kita tinggal klik sana klik sini, beres. Untuk memposting ulang (repost) konten pengguna lain, tinggal mengklik satu tombol ‘repost‘ saja, dan jadilah konten di laman kita. Tampilan laman kelola blog sangat sederhana dan alur kerjanya jelas. Pokoknya jargon tumblr, “the easiest way to blog“, memang mewujud di segala aspeknya.

Saking mudahnya membuat dan mengelola sekaligus memposting ulang segala jenis konten dalam tumblr, maka fenomena yang marak adalah salin rekat (copy-paste) konten. Sebenarnya, tidak ada yang salah selama data historis sumber konten diikutsertakan. Bahkan, (mungkin inilah kelebihan utama tumblr) log sumber konten akan terekam di ‘notes‘, semacam kolom komentar berbentuk log tautan siapa-siapa saja yang telah memposting ulang konten tersebut. Maka tidak akan ada istilah lupa menautkan sumber konten, karena secara otomatis tumblr akan mencantumkan log sumber konten dan siapa saja yang telah memposting ulang.

Kembali ke fenomena salin rekat, asal syarat di atas terpenuhi, oke tidak ada masalah. Namun ada satu budaya blogging yang hilang, budaya berkomentar. Sebuah konten bisa saja memiliki ribuan notes tapi setelah dicek, notes tersebut hanya berisi log siapa-siapa saja yang memposting ulang atau sekedar menyukai (likes) konten tersebut. Jarang ada komentar tertulis. Tapi mungkin disitulah ciri khas microblogging terletak. Apresiasi konten ditunjukkan secara ‘mikro’ pula. Sekedar like atau repost konten sudah berarti berpendapat. Mungkin memang begitulah budaya microblogging.

Lainnya, fenomena yang muncul adalah duplikasi konten yang marak. Sebagai misal, dari semua teman kita ada 50 orang yang kebetulan menyukai satu postingan. Dari jumlah tersebut ada 25 orang yang sangat setuju dan menyukai konten tersebut, memutuskan untuk memposting ulang. Maka, akan ada 25 posting yang isinya betul-betul identik, sama persis.

Jadi…
Itulah, menurut saya fenomena salin rekat membikin suasana kreatif jadi hilang. Jadi tidak ada motivasi posting konten buatan sendiri, lebih karena faktor psikologis: toh orang-orang pun copy-paste, pikir saya. Walaupun, masih banyak juga teman-teman yang tetap konsisten memposting konten buatan sendiri. Tapi yang namanya suasana itu kan pengaruh dari kondisi mainstream. Kalau lingkungan mainstream berkebiasaan copy-paste, mau bilang apa?

Banyak konten yang betul-betul unik di tumblr, tapi lebih banyak lagi yang hasil duplikasi. Saya mendapatkan tumblr menjadi media untuk memposting ulang konten dari rimba maya, lalu dikategorikan sedemikian rupa, sehingga tumblr lebih mirip agregator. Untuk mengaksesnya, tidak perlulah punya akun pribadi. Itulah mengapa saya menghapus akun tumblr saya.[]

Arfan
__________
NB: Ah banyak cakap kali, padahal emang males nulis aja :D
Sumber gambar: tumblr.com

Cerita Berantai XL

Mau cerita nih. Awalnya saya iseng-iseng baca-baca inbox di MP untuk nunggu buka puasa. Eh, ngeliat ada kontes Cerita Berantai yang diadain oleh salahsatu provider seluler terkemuka di Indonesia. Awalnya banget sih, tau info ini dari postingannya Mbak Ari, salahsatu juri kontes tersebut.

Iseng-iseng pula lah yang menggerakkan tangan ini untuk mengetikkan nama akun MP saya supaya terdaftar jadi peserta. Singkat cerita, terdaftarlah akun saya sebagai peserta kontes cerita berantai ini.

Kontes ini cukup seru ternyata. Aturan mainnya juga simple. Peserta tinggal melanjutkan cerita dari dewan juri untuk kemudian dilanjutkan lagi oleh peserta lainnya. Karakter tulisan kita tidak boleh lebih dari 140 karakter. Penulisan tiap edisi cerita dibatasi waktu. Jalan ceritanya bebas.

Dan ini yang membuat seru. Masing-masing peserta dengan gaya cerita dan imajinasi masing-masing melanjutkan cerita dari reply sebelumnya. Mudah ketebak, alurnya jadi tak terduga. Malah sampai timbul tokoh-tokoh cerita baru. Wah, ampun dah. Seru pisan!

Kontes Putaran Pertama
Di kontes putaran pertama, panitia melempar cerita untuk dilanjutkan para peserta. Kalimatnya begini:

“Ketika ngabuburit tiba,semua keseruan Ramadhan ini makin terasa lekat di hati. Begitupun dengan seorang Raka. Namun Ramadhan tahun ini…”

Singkat cerita, muncullah tokoh lain bernama Cinta, sebagai anak si Raka. Muncul konflik bahwa ibunya Cinta, istri Raka, sudah meninggal, dan lainnya.

Saya–lagi-lagi–iseng meneruskan cerita dari reply peserta sebelum saya. Waktu itu saya melanjutkan cerita dari peserta dengan akun peydina.

arfun wrote on Aug 9
“Baiklah Nak, Papa akan cari mama baru!”
“Bagaimana kalau Papa pilih…

peydina wrote on Aug 9
Tak sangka standar ramai Papa itu pasar. Ck. Akan ramai kalo ada Mama. Aku ingin ada Mama. Mamaku yang asli, bukan Mama Dedeh, idola papa!

Nah, maksud saya menuliskan kalimat terbuka:

“Baiklah Nak, Papa akan cari mama baru!”
“Bagaimana kalau Papa pilih…

adalah supaya cerita selanjutnya menjadi percakapan Cinta dan ayahnya, si Raka, mengenai pemilihan mama baru. Tapi setelah saya cek lagi, ternyata kelanjutan cerita tidak sesuai harapan. Tapi tak apalah, namanya juga cerita keroyokan.

Awalnya saya pesimis, “Duh, lolos gak ya?” Soalnya kalimat saya jadi agak kurang nyambung, soalnya gak sejalan dengan kalimat dari peserta selanjutnya. Tapi ya sudahlah. Namanya juga iseng.

Kontes Putaran Kedua
Hari-hari berikutnya berjalan seperti biasa. Saya melakukan kebiasaan saya yang paling hebat saya kerjakan: melototin MP.

Tak dinyana! Ternyata saya lolos juga sebagai kontestan 50 besar kontes ini. Buset! Kaget! Serius! Daripada saya mangap terkaget-kaget, mending nerusin cerita lagi lah. Mumpung 50 besar. Hehe…

Di putaran kedua panitia menggulirkan cerita lanjutan, berbunyi:

“Raka langsung terbangun dari tidurnya. Mimpi kecelakaan itu terus menghantuinya. Raka pun langsung menghubungi Cinta ke nomor XL -nya…”

Cerita bergulir makin tak terduga. Bahkan kalo gak salah, di akhir-akhir cerita, ada yang nulis konflik tentang nenek Cinta, ibunda Raka, meninggal. Terus ada konflik tentang dilema Cinta yang harus melanjutkan sekolah ke Cairo ato melayat neneknya di Papua!

Saya pikir dari awal, Cinta itu bocah cilik yang masih doyan maen balon tiup. Eeeh, ternyata dia udah gede, bisa dapet beasiswa ke Mesir. Bahkan ada yang nulis, kalo Cinta mau kawin! Haha… keren… Keren… Unpredictable!

Waktu itu saya melanjutkan ceritanya mas alexast.

arfun wrote on Aug 15
Cinta semakin bingung ketika nada reject terdengar, ia curiga, pasti ada apa-apa! Soalnya, mana mungkin nomor XL bermasalah, pikirnya.

alexast wrote on Aug 15
Selesai shalat, hp Raka ketinggalan. Cinta menelepon berulang kali dan bingung, ada apa dengan XL Raka? Kenapa komunikasi mereka tersendat?

Kapok pake kalimat terbuka, karena kemungkinan ceritanya jadi gak nyambung, saya langsung saja menulis cerita seperti di atas. Sekali lagi, iseng-lah yang mendorong saya nulis. Lagian, mumpung 50 besar. Hehe…

Kontes Putaran Final

Hari-hari berikutnya berjalan seperti biasa. Saya sekedar melototin MP plus kebiasaan saya yang lain yang paling hebat saya kerjakan: gak nulis apa-apa.

Deg-degan juga. “Masuk final gak ya?” Kurang yakin sih, soalnya cerita-cerita peserta lain banyak yang dahsyat. Unpredictable.

Saya mulai jarang-jarang buka MP. Ada kesibukan lain. Pas iseng buka MPnya kontes Cerita Berantai XL & MPnya Mbak Ari. Kebetulan, bertepatan ama tanggal pengumuman peserta kontes yang masuk final. Dan…

Masyaallah! Nama saya ada! Kaget! Kok?! Bisa ya?! Deg-degan saya waktu itu. Langsunglah saya buka laman putara ketiga kontes, alias putaran final! Waktu itu belum ada yang ngisi reply. Soalnya saya buka MP pas banget ama waktu pengumuman.

Sebelumnya saya baca baik-baik peraturannya. Ternyata ada peraturan baru. Kali ini peserta cuma disuruh melanjutkan cerita dari panitia. Peserta hanya disuruh menuliskan kalimat penutup cerita yang merangkum cerita keseluruhan dari sejak sesi pertama. Plus di kalimat kita harus tercantum kata “XL” dan “berkah”. Saya baca ulang aturannya, disitu tertulis:

“Silahkan lanjutkan postingan berikut ini dengan sebuah kalimat ending!”

Saya nangkepnya, “sebuah kalimat ending” artinya sebuah, hanya sebuah, kalimat penutup. Makanya saya melanjutkan cerita dengan hanya sebuah kalimat. Waktu itu panitia memberi cerita awal sebagai berikut:

“Pa, Cinta akan ada terus untuk Papa. Komunikasi kita akan tetap lancar. Aku di sini, Pa” Cinta berusaha meyakinkan sang ayah. Bagi Raka…

karena di akhir kalimatnya pake titik-titik, saya asumsikan peserta harus buat kalimat lanjutan kalimat di atas. Bagi Raka bla-bla-bla dst.

Kali ini, lumayan rada serius saya merangkai kata. Hehehe…

Asli, saya gemeteran waktu mau nulis cerita lanjutan. Setengah gak percaya bisa masuk final, setengah lagi emang karena saya laper, perut lagi kosong. Hehe…

Akhirnya tercetuslah kalimat berikut:

arfun wrote on Aug 22
…Cinta adalah berkah terindah, meski kini terpisah benua, namun mereka tetap saling berkirim sapa lewat XL dan lewat doa.

Lho… Kenapa mereka (Cinta dan Raka -red) kini terpisah benua? Kan gini ceritanya, waktu di putaran kedua ada peserta yang menulis cerita tentang Cinta yang menerima beasiswa sekolah ke Cairo. Imajinasi saya berkata, ya Cinta mengambil kesempatan ini.

Berangkatlah Cinta ke Mesir. Walau imajinasi saya yang lain berkata, paling si Cinta disono maen tak umpet di pyramid ama bocah Mesir. Ato maen kuda-kudaan di atas sphynx. Kan pikir saya, si Cinta ini masih bocah. Hehe…

Nah sekianlah cerita saya tentang kontes Cerita Berantai XL ini. Saya sampe bela-belain nulis, soalnya ini pengalaman pertama saya tembus kontes di blogosphere kayak gini. Hadeuh, deg-degan beneran lho ini.

Selanjutnya, untuk hasil kontes ini, ya saya serahkan pada Yang Maha Kuasa aja dah. Nothing to loose. Kan cuma iseng awalnya juga. Menang ya syukur, juara ya alhamdulillaah. Hahahaha…

__________
ilustrasi: ceritaberantai.multiply.com

Saling Silang, Direktori Blog Indonesia

Tautan: blogdir.salingsilang.com

Direktori Blog Salingsilang adalah sebuah layanan Salingsilang.com yang mencoba untuk menjaring dan mengklasifikasikan, crawling, dan tracking blog-blog berbahasa Indonesia. Meskipun layanan ini masih dalam tahap pengembangan, namun hingga sekarang direktori blog ini telah menjaring sekitar lima juta blog di Indonesia (sesuai data yang tercantum di web Salingsilang.com hingga saat tulisan ini di post).

Layanan direktori blog ini, menurut saya pribadi cukup bermanfaat. Kita bisa mencari blog-blog berbahasa Indonesia sesuai kategori topik yang ditawarkan oleh masing-masing narablog. Selain itu, layanan ini bisa menjadi salahsatu cara untuk mempromosikan blog. Caranya, kita tinggal mengklaim blog milik kita di layanan ini.

Mudah saja untuk mengklaim blog kita masing-masing. Kita tinggal mengunjungi laman Blogdir.salingsilang.com. Lalu kita tinggal mengisikan alamat blog kita dan ikuti langkah selanjutnya. Tunggu apa lagi? Klaim blog anda sekarang.[]

PS: Ini laman profil saya di Direktori Blog Salingsilang: Arfan Nurhadi.

Tentang SEO(nggok) Blog

Saya setuju dengan penerapan SEO (Search Engine Optimization) sebagai salahsatu cara untuk meningkatkan kunjungan pada blog kita. Itu artinya tulisan kita kemungkinan besar dibaca banyak orang.

Dengan kata lain idea kita akan turut tersebar. Lambat laun opini kita akan terus bergulir menjadi wacana di masyarakat. Syukur-syukur ide/opini tersebut bermanfaat, apalagi mencerahkan.

Yang saya tidak setuju adalah, trik-trik SEO yang ‘kebablasan’. Seolah hanya bertujuan untuk meningkatkan pagerank, traffic, urutan di mesin pencari, klik, dsb.

Alhasil blog semacam ini hanya berisi konten hasil copy-paste, tag/label yang berjumlah ratusan tapi samasekali tidak relevan dengan konten, atau blog dengan jumlah iklan yang melebihi jumlah konten.

Blog-blog begini selalu ada di halaman terdepan di search engines saat diketikkan katakunci apapun. A-p-a-p-u-n!

Anda tau kan maksud saya? Mulai dari ‘politik pencucian uang’ sampai ‘jenis-jenis mainan anak’, mulai dari ‘kehidupan Ahmadinejad’ sampai ‘perceraian selebrita’, ulai dari ‘teori kritik sastra’, sampai ‘tips putus cinta’, blog-blog semacam ini selalu menjadi yang ‘terdepan’ di search engines.

Tapi saat seseorang benar-benar mengklik halaman blog tersebut, didapatinya halaman yang penuh tautan-tautan adsense tanpa adanya konten yang sebetulnya sedang ia cari.

Saya pribadi selalu mem-blacklist web/blog semacam ini. Dalam satu titik saya merasa tertipu. Jangan salah, lambat laun para narablog akan hafal alamat blog seperti itu. Dan lambat laun, narablog tidak akan pernah mengunjunginya lagi, karena mengecewakan.

Bagi saya blog semacam ini jauh dari bermanfaat. Blog semacam ini hanyalah (maaf) seonggok sampah maya.

***

Kembali ke SEO. Tidak salah sih untuk menerapkan trik SEO seekstrim yang saya keluhkan di atas. Itu hak semua orang. Tapi yang perlu diingat juga, orang lain pun memunyai hak untuk mendapat informasi yang layak ketika mengetikkan kata kunci di search engines.

Saya kurang paham dengan dunia trik SEO. Tapi saya paham mana web/blog yang menerapkan trik secara sehat, dan mana yang sakit. Saya yakin narablog lain juga memiliki pemahaman terhadap kualitas blog.

Semua itu terlihat dari kontennya.[]

Arfan

__________
Catatan: Awalnya tulisan ini dimaksudkan untuk mengomentari sebuah postingan tentang SEO di salahsatu blog di Multiply milik Mas Catur HP. Namun setelah beres mengetik, kok rasanya lebih baik dijadikan postingan ya? Hehehe…

Sumber gambar: newmediawords.biz

Blog dan Komitmen

“Masyarakat di era budaya kelisanan baru dewasa ini seperti sibuk melakukan apapun, hingga sulit berkomitmen.”

Itu kata Bambang Sugiharto, filsuf besar asal Unpar. Lebih menohok lagi, beliau pernah berkata kira-kira seperti berikut:

“Masyarakat sibuk berpesta tiap saat tanpa merayakan apapun.”

Waktu seakan tereduksi, tak pernah cukup. Namun ironisnya, produktifitas pun ikut-ikutan tereduksi. Manusia kini seolah sibuk ini itu, tapi sesungguhnya tidak bergerak kemana-mana. Absurd!

Di era pesta pora dunia maya sekarang ini, gampang saja melihat salah satu indikator komitmen: blog.

Blog ibarat identitas kedua bagi manusia di era digital, tentu saja setelah nomor hp, email, facebook, twitter, pin BB, plurk, linkedin, dan seterusnya (Ah, jadi identitas keberapa tah?). Blog, sejak dirintis oleh Jorn Bagger pada 1997 kian populer hingga kini (walau kian usang dari segi kemasan dan kepraktisan). Populer sebagai media ekspresi pribadi, komunikasi, sharing, dan lain sebagainya. Intinya, tidak jauh dari hasrat purba manusia untuk bercerita dan berbagi.

Hasrat purba manusia identik dengan kebutuhan dasar, seperti makan, berkumpul, reproduksi, dan lainnya. Maka, bercerita dan berbagi, dalam konteks tulisan ini bisa diejawantahkan menjadi blogging (bercerita dan berbagi lewat media blog), merupakan kebutuhan dasar pula. Meski tidak mutlak.

Ilustrasi: savvyblogging.net

Lalu, hubungan blog dengan komitmen?

Komitmen, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (punya saya KBBI berbentuk software), artinya perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu; kontrak. Berdasarkan definisi keterikatan, tentu saja manusia (harus dan pasti) punya keterikatan untuk melakukan hal-hal yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasarnya. Berarti, blog yang tadi diasumsikan sebagai kebutuhan dasar, sudah barang tentu berkaitan dengan komitmen.

Salah satu indikator komitmen adalah blog. Sederhana saja, blog yang selalu update berarti milik seorang yang punya komitmen. Blog yang selalu update, apalagi dengan konten yang bermutu dan orisinil, berarti milik seorang yang berkomitmen tinggi. Bayangkan, di tengah kesibukannya bekerja, kuliah, berdakwah, berbisnis, seseorang masih sempat-sempatnya blogging. Apa itu artinya, kalau bukan komitmen?

Sebaliknya blog yang updatenya sekenanya, jarak antar postingan berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun lamanya, adalah milik manusia yang kurang berkomitmen. Dalih klise: sibuk, tak ada waktu, banyak pekerjaan, tugas menumpuk, adalah pembenaran yang mengada-ada.

Seorang penulis, maaf saya lupa siapa, pernah berkata:

“Orang yang berkata ‘saya sibuk’, justru seorang pemalas.”

Artinya dalih-dalih klise tersebut di atas, sudah kehilangan tempatnya. Bukankah teknologi yang serba instant sekarang ini dimaksudkan untuk mempersingkat kerja; sehingga kita masih punya sisa waktu untuk memenuhi kebutuhan lainnya?

***

Itulah kira-kira yang terjadi pada saya pribadi. Entah kemana saya selama ini. Seolah sibuk ini itu, sampai-sampai blog arfun.multiply.com saya ini hampir yatim. Bayangkan, posting terakhir, satu tahun lalu! Luar biasa.

Kontrak komitmen dalam blogging dimulai sejak register akun pertama kali. Sekali ter-publish itu blog, seorang blogger hendaknya paham akan komitmennya untuk terus memperbaharui konten dalam blognya. Salah sendiri bikin blog?![]

Arfan

__________