Tag Archive | ITB

Selamat Jalan

Detik seperti menetes tak kentara, ketika tersiar kabar hilangnya seorang teman yang sedang dalam pencarian. Kiranya ekspresi yang paling spontan adalah terhenyak. Awalnya kita kaget, lalu tak mau percaya dan berharap-cemas bahwa pasti ada yang salah tentang kabar tersebut, dan pada akhirnya menerima sepasrah mungkin kehendak Allah. Apa mau dikata? Tiada lagi yang bisa dilakukan selain itu, kita terlalu lemah.

-Angelina Yofanka- Mahasiswi Teknik Kelautan ITB (1992-2012)

Itu yang saya rasakan ketika Selasa (7/2) mendengar kabar bahwa seorang mahasiswa Teknik Kelautan ITB hilang dalam sebuah kegiatan arung jeram di Sungai Cikandang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kaget luar biasa walau masih belum tahu siapa sebenarnya mahasiswa sealmamater tersebut. Dan saya berharap media salah tulis, mungkin korban bukan mahasiswa Kelautan, atau kalau ya, mungkin bukan mahasiswa ITB. Setelah mendapat info dan berita yang lebih jelas, ternyata benar, sang korban hanyut adalah Angelina Yofanka (19), mahasiswi Teknik Kelautan ITB angkatan 2009. Fanka, begitu dia disapa, anggota KMPA (Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam) Ganesha ITB, menurut kabar hilang dalam sebuah latihan rafting di sungai Cikandang.

Duh, beliau adalah adik angkatan saya di jurusan tersebut di atas. Waktu itu saya terlalu ngeri untuk membayangkan yang bukan-bukan. Segala kemungkinan kecelakaan olahraga arus deras, sungguh bukan hal yang menyenangkan untuk dibayangkan. Alhasil, saya hanya berharap semoga Yofanka segera ditemukan dalam keadaan baik-baik saja. Waktu itu hari kedua Fanka dinyatakan hilang. Tak kurang 150 kepala yang tergabung dalam tim SAR dari Angkatan Laut, Koramil, KMPA ITB, Mahitala UNPAR, hingga Wanadri turun ke lapangan mencari korban (kronologis pencarian disajikan secara baik dan informatif dalam blog saveyofanka.blogspot.com).

Yang lebih tak terbayangkan lagi, adalah batin ayah dan ibu beliau. Duh, gadis mereka yang masih belia, belahan jiwa, tumpuan kebanggaan, calon tukang insinyur, hilang… Hilang terbawa arus sungai. Mungkin remuk redam perasaan sang Ibu, hampir pecah hati sang ayah. Tapi siapa yang tahu, kedalaman hati dan ketegaran jiwa mereka.

Semua doa bertaburan lewat media sosial, lewat acara kampus, dan terlebih lagi lewat hati masing-masing sanak, teman, dan siapapun yang rela menyumbang doa. Namun seperti kata Tolstoi:

“Tuhan Maha Tahu, tapi Dia menunggu”.

Dia menunggu semua hati dipersatukan lewat empati. Dia menunggu masing-masing kita terlarut dalam doa. Dan pada waktunya, Dia berkehendak lain. Di hari ketiga pencarian, Yofanka ditemukan, tanpa kata.

***

Sekali lagi, (dan sudah berkali-kali) kita kembali diingatkan bahwa kematian bukanlah perihal usia. Bersiaplah setiap saat, ujar-Nya.[]

Arfan

___________
*** Innalillahi wainailaihi roji’un. Selamat menempuh petualangan baru…

Sumber foto: saveyofanka.blogspot.com

Oktober Kali ini

Oktober kali ini ditutup dengan cukup manis. Sebabnya kemarin (29/10), adalah hari yang cukup spesial buat saya.

Kawan-kawan yang telah berjuang maksimal akhirnya diwisuda di Sabuga di hari itu. Ribuan wisudawan/i, mahasiswa, mantan mahasiswa, orangtua mahasiswa, dan lainnya tumplek blek jadi bagian dari arak-arakan yang sudah jadi tradisi.

Oktober kali ini ditutup dengan cukup manis. Sebabnya kemarin, adalah hari yang cukup terkenang buat saya.

Kawan-kawan yang sudah terpencar mengabdi di seluruh pelosok negeri kembali ke ‘sarangnya’, demi memberi selamat pada para wisudawan/wati yang berbahagia. Peluk, tawa, sumpah-serapah yang ngangenin itu tumpah ruah di sepanjang jalan sekeliling kampus.

Oktober kali ini ditutup dengan cukup manis. Sebabnya kemarin, adalah hari yang cukup membahagiakan buat saya.

Selain turut senang menyaksikan kawan-kawan yang cantik dan gagah berjubah toga, saya pun kembali di ingatkan untuk segera menjemput hari bahagia tersebut. Hari dimana formalitas dan seremonial bukanlah sesuatu yang membosankan, melainkan sesuatu yang sangat diharap-harap.

Oktober kali ini ditutup dengan cukup manis. Sebabnya kemarin, saya kembali berdoa, yang semoga doa tersebut dikabulkan pada April 2012. Sehingga April kala itu ditutup dengan ‘sangat manis’.[]

Arfan
__________
Sumber gambar: itb.ac.id