Tag Archive | komunikasi

Pesan Singkat

Ada yang tak kentara dari cara komunikasi lewat pesan singkat: nada suara dan mimik wajah.

Dalam komunikasi tatap muka, keduanya berperan penting untuk membentuk konteks percakapan. Sebuah kalimat bisa terdengar sebagai canda ketika diucapkan dengan nada ceria atau mimik jenaka. Kalimat yang sama, bisa terdengar sebagai hinaan ketika diucapkan dengan nada atau mimik yang lain.

Pada percakapan tatap muka, besar kemungkinan keseluruhan pesan langsung ditangkap oleh si penyimak. Kalaupun ada salah paham, berbalas respon bisa langsung dilakukan untuk klarifikasi.

Beda halnya dalam percakapan tekstual lewat gawai. Kecilnya kemungkinan mengekspresikan kalimat dengan nada suara dan mimik, memperbesar kemungkinan salah tafsir oleh pembaca pesan. Di sinilah biasanya kesalahpahaman sering muncul.

Mimik ketika kita hendak mengungkapkan pesan sedikit banyak bisa terwakili oleh ikon-ikon smiley. Tanda baca titik dua sebagai mata, atau titik koma sebagai mata berkedip, lumayan dapat mewakili konteks pesan teks, pesan seriuskah itu atau bercanda misalnya.

Lain lagi dengan nada suara. Nada ketika kita berbicara erat kaitannya dengan pemenggalan kalimat. Untuk mengakomodir nada suara dalam pesan teks, kita harus pandai-pandai menggunakan tanda baca. Nada suara yang ‘terbaca’ oleh lawan bicara ketika kalimat diakhiri tanda titik, tentu berbeda dengan yang diakhiri tanda seru.

Untuk itu, bijaklah dalam berkomunikasi tekstual lewat gawai. Ada baiknya, periksa kembali tulisan kita sebelum mengirimnya. Periksa kata, tanda baca. Sudah cukup dapat dipahamikah teks kita? Adakah potensi kesalahpahaman dapat muncul?  

Jika memang informasi yang perlu disampaikan benar-benar penting, ada baiknya sampaikan pula secara lisan, lewat telepon misalnya, supaya minimal ada tambahan ‘konteks informasi’ berbentuk nada suara.

Arfan

_________

Advertisements