Tag Archive | komunitas

Kegiatan Bermain Buleut, “Petualangan di Negeri Pelangi”

Anak-anak Panti Al-Hidayah menikmati wahana ontang-anting di Bandung Citra Land.

Pada hari Minggu pagi (24/6) yang cerah beberapa kakak Buleut bergegas menjemput adik-adik Panti Al-Hidayah di bilangan Kiaracondong Bandung. Hari-hari sebelumnya, kami sudah berkordinasi dengan Ibu Pengasuh Panti untuk mempersiapkan anak-anak yang akan bermain bersama ke Bandung Carnival Land (BCL) di daerah Sirnagalih Bandung. Singkat cerita, ternyata hanya 29 anak yang bisa ikut bermain bersama, karena sebagian anak lainnya akan menghadiri acara di tempat lain.

Kami berangkat menggunakan tiga angkot sewaan menuju BCL. Di dalam angkot, kakak-kakak Buleut mencoba mengobrol mengakrabkan diri dengan adik-adik panti. Dari obrolan tersebut, kami jadi tahu sedikit info tentang mereka. Ternyata, adik-adik panti baru saja melewati tahun ajaran lama. Ada mereka yang naik kelas, lulus dari SD ke SMP, atau dari SMP lulus ke SMA, ada yang mendapat peringkat 5 besar, 10 besar dan lainnya. Dari cerita mereka, semua anak Panti Al-Hidayah berhasil mencapai prestasinya masing-masing. Dalam hati, sungguh saya terharu mendengarnya. Bayangkan, anak-anak kecil itu, minus kehadiran orangtua, ternyata masih mampu berprestasi.

Berarti, kegiatan Buleut kali ini sangat tepat. Selain untuk memberikan refreshing kepada anak-anak selepas berjuang dalam ujian kenaikan/kelulusan, kegiatan Buleut bulanan ini juga semoga dapat membawa keceriaan baru bagi anak-anak panti Al-Hidayah yang menurut Ibu Pengasuh sangat jarang bermain keluar panti.

Oh ya, acara Buleut bulanan kali ini diselenggarakan dengan kerjasama dengan Ibunda Lenny, yang kebetulan putrinya berulangtahun. Dik Naura, begitu putrinya disapa, berulangtahun yang ke-1 di tanggal 21 Juni. Ibunda Lenny bermaksud mengadakan syukuran dengan anak yatim. Maka, kakak-kakak Buleut berinisiatif untuk menyelenggarakan ulangtahun dik Naura sekaligus bermain bersama adik-adik yatim Al-Hidayah. Acara kali ini dibiayai penuh dari donasi Ibunda Lenny.

Kegiatan bermain dimulai pukul 10.00 sampai pukul 15.00. Di BCL, adik-adik Buleut tidak sekedar bermain, tetapi mereka juga harus mengisi lembar karya yang dikalungkan di leher masing-masing. Lembar karya itu harus diisi dengan gambar dan tulisan, sesuai tugas berkarya yang diberikan oleh kakak pendamping. Sebelumnya, 29 anak dibagi ke dalam 5 kelompok, kelompok merah, biru, hijau, dan kuning. Lah kok cuma 4? (Bagus, berarti kakak-kakak pembaca menyimak, good :)). Satu lagi kelompok ungu kak.

Setelah minum susu bersama-sama, dimulailah kegiatan bermain yang diberi tajuk “Petualangan di Negeri Pelangi” tersebut. Tiap kelompok akan bermain di wahana-wahana yang ada di BCL. Ada wahana sepeda terbang, bom-bom car, ontang-anting, ulat gila, sampai rumah hantu. Tiap selesai bermain di wahana tersebut, adik-adik Buleut harus mengisi lembar karya berupa gambar, tulisan, atau cerita tentang perasaan setelah bermain di tiap wahana.

Acara resmi selesai tepat jam 12.00. Kami semua beristirahat dan makan bersama. Menunya, wuih, gulai dan sate kambing. Awalnya kita sangsi bahwa anak-anak enggan untuk makan kambing. Tapi ternyata, mereka makan dengan lahapnya. Seusai makan bersama, kami mengadakan tiup lilin dan berdoa bersama untuk Dik Naura yang sedang berulangtahun. Perwakilan dari adik yatim, De Gina, yang memimpin doa. Beliau mendoakan Dik Naura supaya sehat selalu, tumbuh menjadi anak yang berbakti kepada orangtua. Aamiin, semoga doa adik-adik yatim diperkenankanNya.

Selepas acara tiup lilin dan bercengkrama, kakak dan adik Buleut sholat Dzuhur bersama. Lalu, inilah yang ditunggu-tunggu, acara bebas sampai pukul 15.00. Selama 2 jam penuh, adik-adik Buleut boleh menaiki wahana apapun, tentunya harus tetap dalam pengawasan kakak Buleut. Entah pengaruh makan kambing atau apalah, adik-adik Buleut begitu bersemangat lari kesana kemari. Beres satu wahana, langsung melesat ke wahana lain. Walhasil kakak-kakak Buleut-lah yang kewalahan. Heboh!

Yang tak disangka-sangka, ternyata adik-adik Buleut banyak yang ingin mencoba wahana rumah hantu. Bahkan saya sendiri sampai  dua kali mendampingi mereka masuk. Walau ada sebagian yang sampai menangis ketika berada di dalam wahana, adik-adik Buleut terbilang pemberani. Bahkan, jika ada teman dari kelompoknya yang takut untuk memasuki rumah hantu, adik yang lain berkata:

“Ayo, jangan takut, takut mah sama Tuhan aja.”

Duh, sejuk rasanya mendengar kebenaran keluar dari mulut kecil mereka.

***

Saking serunya bermain-main dengan adik-adik, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore. Kakak-kakak Buleut terpaksa harus menggiring adik-adik untuk mengakhiri kegiatan bermain. Sambil menunggu jemputan angkot, kami semua bercengkrama, memperkenalkan diri, sambil bercerita tentang perasaan masing-masing seusai acara. Rata-rata adik-adik Buleut merasa senang, karena baru pertama kali bermain di wahana-wahana yang ada di BCL. Rata-rata kakak-kakak Buleut merasa capek, karena harus kesana-kemari mendampingi adik-adiknya bermain. Tapi, yang pasti, kami semua merasa bahagia karena saling bertukar tawa dan semangat di hari yang cerah itu, Minggu pagi secerah pelangi.[]

Arfan

__________

Advertisements

Laman Tentang Komunitas Buleut

Akhir April 2012 lalu beberapa kawan dan saya merintis sebuah komunitas bermain bersama anak-anak. Komunitas itu bernama Buleut. Setelah berjalan selama beberapa kegiatan, baru terpikir untuk membikin sebuah blog atau situs demi mendokumentasikan kegiatan dan meyebarluaskan perihal Komunitas Buleut ke khalayak umum. Maka terbikinlah blog dengan nama “Buletin Buleut” yang beralamat di http://buleut.wordpress.com.

Blog tentunya perlu memiliki laman perihal (about) yang berisikan penjelasan ini-itu tentang blog itu sendiri atau tentang si empunya blog. Untuk itu saya membikin materi dari laman Tentang Buleut dengan isi sebagai tertulis di bawah ini. Semoga bermanfaat.


Buleut adalah kependekan dari budak leutik, diambil dari bahasa Sunda yang artinya anak kecil. Komunitas Buleut adalah wadah bermain, berkarya, dan berbagi bersama budak leutik di sekitar kita. Komunitas Buleut didirikan pada penghujung 2011 atas dasar pemikiran beberapa anak muda yang merasa perlu adanya suatu wadah bermain bagi anak-anak; karena belakangan ini wadah bermain tersebut semakin sempit dalam arti harfiah maupun maknawi.

Selain itu, secara hakikat dunia anak memanglah dunia bermain. Oleh karenanya, dengan sedikit kemampuan namun dengan besar kemauan, Komunitas Buleut berusaha untuk mengembalikan dunia bermain yang terampas oleh zaman, kepada yang paling berhak menerimanya, yaitu anak-anak di sekitar kita. Walaupun kami sadar, sesadar-sadarnya bahwa tugas ini teramat berat, namun toh tidak ada yang tidak mungkin dalam kamus imajinasi.

Kegiatan reguler kami adalah bermain, berkarya, dan berbagi sekali dalam tiap bulannya. Adapun waktu pelaksanaan serta pihak-pihak yang kami ajak serta dalam setiap kegiatannya bersifat tentatif. Secara umum, sasaran tiap kegiatan Komunitas Buleut adalah anak-anak usia bermain, baik dari wadah panti asuhan, anak jalanan, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Luar Biasa (SLB) di daerah Bandung dan sekitarnya. Kami sebut mereka adik-adik Buleut.

Komunitas Buleut sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung atau sekedar berbagi. Bagi kakak-kakak yang ingin bergabung dalam kegiatan Komunitas Buleut silakan pantau terus twitter @buleut dan blog buleut.wordpress.com.

Untuk info lebih lanjut, pertanyaan, maupun sharing ide, silakan kakak-kakak menghubungi salahsatu dari kontak di bawah ini:

  • Dhea Karlina Irwanto (@dheadki): 08561586182
  • Naomy Tambunan (@nomicomico): 085220226522
  • Email: komunitasbuleut@gmail.com

Akhir kata izinkan pergerakan kecil ini menebar manfaat sebesar-besarnya.

Salam hangat :)

KOMUNITAS BULEUT


Oh ya, postingan ini bukan sekedar basa-basi lho. Saya bermaksud berpromosi pula tentang Komunitas Buleut. Mari bergabung kak! []