Tag Archive | pulau

Bicara Harga di Karimunjawa

“Orang Bandung suka ngerusak harga. Maksa ingin dapat snorkel, dia bilang mau bayar berapapun. Akibatnya,nelayan-nelayan di sini jadi naikkin harga! Duh saya bilang!” sahut Pak Musairi.

Kepulauan Karimunjawa termasuk daerah administratif Jepara, Jawa Tengah. Kepulauan Karimunjawa memiliki 27 pulau yang membentang dari Barat ke Timur dengan ciri khas dan kelebihan masing-masing. Pulau yang terbesar adalah Pulau Menjangan Besar. Di pulau ini terletak pelabuhan penyeberangan kapal ro-ro yang menghubungkan Kep. Karimunjawa dengan Jepara dan Semarang.

Akses menuju Kep. Karimunjawa adalah dengan penyeberangan kapal cepat dari Semarang atau kapal ro-ro dari Jepara. Waktu tempuh menggunakan kapal cepat dari Semarang adalah 3 jam. Sedangkan penyeberangan dengan kapal ro-ro dari Jepara memakan 6 jam perjalanan, meskipun jarak Jepara-Karimunjawa lebih dekat. Berikut in jadwal penyebrangan Ke Karimunjawa:

Jepara – Karimunjawa (KMP Muria)

– Waktu tempuh 6 jam

– Harga tiket

Bisnis : Rp 25.000

VIP : Rp 50.000

– Jadwal keberangkatan :

Jepara – Karimunjawa:

Sabtu, Senin, dan Rabu, pukul 09.00.

Karimunjawa – Jepara:

Minggu, Selasa, dan Kamis, pukul 08.00

Semarang/Jepara – Karimunjawa ( KMC Kartini)

– Waktu tempuh 3 jam

– Harga tiket :

VIP Semarang – Karimunjawa : Rp 131.000

VIP Karimunjawa – Semarang : Rp 128.000

VIP Jepara – Karimunjawa : Rp 83.000

Bisnis Semarang – Karimunjawa : Rp 111.000

Bisnis Karimunjawa – Semarang : Rp 108.000

Bisnis Jepara – Karimunjawa : Rp 63.000

– Jadwal keberangkatan :

Senin : Setiap minggu pertama dan minggu ketiga

Semarang – Karimunjawa, 07:00 WIB

Jepara – Karimunjawa, 09:30 WIB

Hari Selasa : Setiap minggu pertama dan minggu ketiga

Karimunjawa – Semarang & Karimunjawa – Jepara, 11:00 WIB

Sabtu : Semarang – Karimunjawa, 08.30 WIB

Hari Minggu : Karimunjawa – Semarang, 14.00 WIB

Anda yang akan melakukan perjalanan ke Karimunjawa, disarankan untuk mengecek jadwal penyebrangan kapal dan harga tiket di:

ASDP Jepara : (0291) 591 048.

Pengalaman saya menaiki KMP Muria, cukup menyenangkan. Cukup bersih, WC-nya cukup nyaman, ada televisi yang biasanya menyajikan dangdut, dan kapal bergerak cukup lama untuk tidur siang atau main catur. :)

Selain membawa penumpang, KMP Muria juga membawa bahan-bahan pokok seperti kelapa, telur, beras, dll. Ada juga truk, mobil, dan motor yang ‘menumpang’ di dek bawah kapal.

Akomodasi dan Kebutuhan Sehari-hari
Konsentrasi penduduk terbanyak berada di pulau Menjangan Besar, yang juga merupakan gerbang menuju Kep. Karimunjawa. Di pulau ini terdapat banyak akomodasi mulai dari penyewaan rumah penduduk, cottage, hingga hotel. Pusat ‘kehidupan’ berada di pulau ini.

Harga penginapan di Menjangan Besar bervariasi antara 15.000, 125.000, hingga jutaan rupiah per malam per kepala. Tentunya harga berbanding lurus dengan fasilitas yang ditawarkan.

Biasanya, rumah penduduk menjadi andalan para backpacker yang ‘mengharamkan’ biaya mahal. Fasilitas rumah penduduk, menurut saya cukup mumpuni untuk hanya sekedar singgah. Fasilitas yang ditawarkan penduduk adalah wellcome drink (es kelapa muda), tempat tidur, wc, air minum galon, dan bahkan kita bisa minta dimasakkan makanan sehari-hari dengan biaya tambahan. Kami menginap di rumah Pak Musairi. Beliau orang Madura yang sudah puluhan tahun berada di Karimunjawa. Beliau sangat baik, kita sering mengobrol tentang ini-itu pada malam hari. Obrolannya seru. Oya, Pak Musairi menawarkan harga sewa rumah per kepala Rp 15.000 per malam.

Untuk urusan perut, selain bisa meminta penduduk untuk memasakkan makanan, kita bisa juga makan di warung Bu Ester. Begitulah, warung ini cukup terkenal, karena mungkin satu-satunya warung makanan di pulau Menjangan Besar. Penganan yang tersedia tidak terlalu istimewa, kira-kira seperti menu warteg di kota besar. Namun harga yang ditawarkan sangat cocok, kisaran 4.000-8.000 rupiah sekali makan, dengan menu nasi + lauk + sayur + teh manis. Cukup ideal untuk mengisi tenaga sebelum menjelajah pulau-pulau.

Ada beberapa warung kelontongan dan satu pasar tradisional yang menyediakan kebutuhan sehari-hari seperti mie instant, air minum, sendal jepit, rokok, sabun, dll. Tidak ada ATM disini. Maka para pelancong disarankan untuk membawa uang secukupnya dalam bentuk cash. Jika membawa kendaraan bermotor, perlu diketahui, tidak ada SPBU (yang berfungsi) disini. Maka kebutuhan bahan bakar hanya diperoleh secara eceran di pinggir-pinggir jalan. Biasanya warga setempat berjualan bensin premium di depan rumah mereka, dengan harga sekitar 7.000 per botolnya (entah 1 liter atau bukan, bensin dijual per botol, sebesar botol jamu).

Oya, tiap malam minggu, di kantor kecamatan selalu diadakan ‘layar tancep’ (canggih juga sih, pake infokus lho!). Kantor kecamatan terletak di seberang lapang bola, dekat pelabuhan kapal nelayan, dekat warung Bu Ester tadi. Setiap ada layar tancap, jalan di sekitar diramaikan oleh lapak –lapak dadakan, penonton berkerumun di pinggir lapangan, atmosfir hiburan rakyat sangat kental saat itu. Tapi ada satu yang mengganjal, suguhan layar tancap tersebut adalah… sinetron!

Pasokan listrik di Karimunjawa tidak penuh 24 jam. Nyala listrik terbatas pada pukul 18.00 hingga pukul 06.00 keesokan harinya. Maka, jika rombongan menginap di rumah penduduk, selain mengantri pemakaian wc, kita juga mengantri colokan listrik.

Adventure
Jika akan berpetualang ke Karimunjawa, idealnya secara rombongan, berkisar antara 10 -20 orang per rombongan. Kenapa? Karena dalam penyewaan kapal nelayan nantinya, harga sewa tidak terasa terlalu mahal. Harga sewa kapal nelayan kapasitas 10 orang berkisar antara Rp 300.000-350.000 per hari. Untuk kapasitas 20 orang, harga sewa kapal nelayan sekitar Rp 600.000.

Sementara itu, harga sewa alat snorkling adalah Rp 30.000 per hari. Satu set alat snorkeling berupa kacamata, snorkle, fin (kaki katak), dan pelampung. Jika anda jijik-an, disarankan bawa snorkel pribadi.

Nelayan yang menyediakan jasa keliling pulau di Karimunjawa baik-baik. Mereka sering merekomendasi tempat-tempat yang layak dikunjungi. Bahkan kita bisa meminta untuk di antarkan ke pulau-pulau terluar di Karimunjawa, seperti Pulau Nyamuk, asalkan cuaca sedang baik. Biasanya, satu kapal diawaki oleh 3 orang nelayan yang bertugas sebagai kapten, penunjuk arah, dan anak buah kapal. Kebetulan, kami menyewa kapal Pak Yadi, yang bekerjasama dengan pemilik rumah sewa (Pak Musairi).

Jika beruntung mendapatkan nelayan yang baik, selain jalan-jalan, kita akan diberi service khusus. Contohnya kami, Pak Yadi sering menangkapkan ikan untuk kami. Bahkan kami diajarkan cara-cara menangkap ikan, menjaring, memancing, bahkan memanah ikan.

Saat singgah di salah satu pulau, sementara kami ber-snorkling ria, Pak Yadi menjaring ikan, Mas Ubet memanah ikan, Pak Muzakir memancing ikan. Mereka sangat ahli. Setelah ikan-ikan terkumpul, kami membakar bersama-sama di tepi pantai. Perut kosong setelah ber-snorkling, terisi kembali oleh ikan bakar. Mantap!

Oya, tidak semua pulau ‘gratis’ untuk disinggahi. Biasanya ada pulau-pulau yang mematok harga sandar kapal, berkisar antara puluhan ribu. Para nelayan disana sudah hapal pulau mana saja yang gratis. So, ask them! Ada pula pengelola pulau yang mematok Rp 10.000 per kepala. Mudah ditebak, kami tidak mengunjungi pulau tersebut.

Satu pesan kami, sesama backpacker: jangan merusak harga! Ya, harga-harga di Karimunjawa sudah seragam, jangan dirusak dengan menaikkan harga demi mendapat yang anda inginkan. Contohya, jika sedang tidak ada stok sewa snorkel, lalu anda memaksa nelayan untuk mencarikannya dengan imbalan anda berani membayar harga diatas Rp 30.000. Jangan! Karena harga anda akan jadi patokan di lain waktu.

“Orang Bandung suka ngerusak harga. Maksa ingin dapat snorkel, dia bilang mau bayar berapapun. Akibatnya,nelayan-nelayan di sini jadi naikkin harga! Duh saya bilang!” sahut Pak Musairi.

“Om, saya tahu om mampu bayar berapapun, tapi jangan gitu dong Om. Nanti harga disini jadi rusak! Kasihan yang lain (wisatawan lain. –rfun)” kata Pak Musairi saat menceritakan pengalamannya menasihati wisatawan kaya.

Begitulah.[]

Arfan

__________
Foto: dokumen pribadi

Kepulauan Karimun Jawa

Karimun Jawa adalah kepulauan yang terletak di daerah Utara pulau Jawa, tepatnya 5°49’ – 5°57’ Lintang Selatan – 110°04′ – 110°40′ Bujur Timur di daerah Laut Jawa.

Karimun Jawa termasuk daerah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Setidaknya ada 27 pulau yang dimiliki Kep. Karimun Jawa

Banyak aktivitas yang dapat dilakukan oleh para pesiar, entah yang bergaya backpacker atau yang bergaya koper. Aktivitas yang dapat dilakukan di Kep. Karimun Jawa diantaranya adalah:
-Diving
-Snorkling
-Memancing
-Mengamati Burung, Terumbu Karang
-Berenang
-dll

Untuk mencapai Kep. Karimun Jawa dapat melewati Semarang atau Jepara.
Bagi para backpacker, dengan budget minimalis, disarankan menyebrang dari Jepara. Jalur itu pula yang kami lalui, demi menekan pengeluaran. Berikut rinciannya:

::Bandung – Jepara (11 jam), Bis Kramat Djati, dengan tiket Rp 72.000,-
::Jepara – Pelabuhan (10 menit), Becak, Rp 10.000,-
::Jepara – Karimun Jawa (6 jam), KMP Muria, Rp 28.500,-

Oke, setelah mendarat di Karimun Jawa, tinggal cari penginapan deh. Bebas, banyak banget penginapan di daerah ini. Mulai dari rumah penduduk, home stay, hotel, sampe pulau pribadi.Kisara harga: Rp 15.000,- sampe tak terbatas per kepala.

Nah, untuk kegiatan selama di Kep. Karimun Jawa, pinter2nya kita untuk mencari nelayan, warga atau siapapun untuk kita ajak berkegiatan bersama. Saya ceritakan kegiatan kami selama disana dalam tulisan berikut: Bicara Harga di Karimunjawa.

Oya, sangat disarankan mengunjungi Kep. Karimun Jawa pada bulan Maret-Agustus. Cuaca sedang optimal di saat ini. Diluar bulan-bulan ini, cuaca tidak menjanjikan. Gelombang tinggi. Perjalanan jadi terbatas.

Bintang 4,5 untuk Kep. Karimun Jawa
(setengah bintang dikurangi oleh CUACA BURUK, :))